Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
FeaturedKubar

Pelosok Kampung Naik Kelas, Kisah Busu Harumkan Kubar Lewat Alat Pengering Minyak

1288
×

Pelosok Kampung Naik Kelas, Kisah Busu Harumkan Kubar Lewat Alat Pengering Minyak

Sebarkan artikel ini
ASLIANTO alias Busu. Sosok Inspiratif, Teknisi Elektronik Asal Tanjung Haur Harumkan Kubar Lewat Alat Pengering Minyak.(RobySugiarto/Times Kaltim)

Meski, berlatar belakang pendidikan SMA. Apalagi, tak menyentuh ilmu di bidang Teknik sekalipun. Ia mampu menghasilkan karya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Timeskaltim.com, Kubar – Kampung nan pelosok  jauh dari sentuhan hiruk pikuk perkotaan. Bukan jadi pembatas, untuk menabur benih inspirasi bagi sorotan mata yang melirik. Siapa sangka, berbekal setangkai harapan dan pengalaman. Tak kalah saing, dengan pusat perkotaan kebanyakan.

Adalah Aslianto. Sosok pria berusia 52 tahun, seorang teknisi elektronik dari Kampung Tanjung Haur, Kecamatan Penyinggahan, Kutai Barat (Kubar). Telah menyita perhatian hingga di tingkat provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Akrab disapa Busu ini, telah berhasil menciptakan sebuah alat pengering minyak untuk gorengan berbahan sederhana.

Meski, berlatar belakang pendidikan SMA. Apalagi, tak menyentuh ilmu di bidang Teknik sekalipun. Ia mampu menghasilkan karya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Berlatar Belakang SMA

Sejak kecil, ia menempuh pendidikan di kampung halamannya. Dimulai dari Sekolah Dasar (SD) di Kampung Dingin.

Lalu melanjutkan ke SMP di Lambing. Pendidikan SMA pun ia selesaikan dengan mengambil paket C.

Walau terbatas dalam hal pendidikan formal, semangat belajarnya tak pernah padam. Jauh dari sentuhan teknologi modern, Busu belajar secara otodidak, merakit dan memperbaiki berbagai alat elektronik yang rusak milik warga kampung.

Sehari-hari, Busu dikenal sebagai sosok yang cekatan dalam memperbaiki peralatan elektronik seperti kipas angin, kulkas, dan mesin cuci.

Keahliannya membuatnya dikenal oleh banyak orang dan diandalkan oleh masyarakat sekitar. Namun, ada satu pencapaian yang membuat nama Busu semakin dikenal. Hingga dikanca daerah.

Awal Mula Inovasi

Alat Pengering Minyak Sederhana.(Dok)

Busu bercerita, segalanya berawal dari sebuah permintaan sederhana. Suatu hari, kakak kandung Busu, memintanya untuk menemukan cara mengurangi minyak yang berlebihan pada makanan yang digoreng.

Permintaan inilah, yang kemudian mendorong Busu untuk menciptakan sebuah alat yang mampu menguras minyak dari gorengan dengan efektif.

“Kakak saya menyuruh saya untuk mengeringkan minyak goreng dari makanan yang sudah diolah, kadang kita kan, untuk mengungari minyak kan biasa pakai tisu,” terangnya.

Dengan bahan-bahan seadanya, termasuk barang-barang bekas yang tidak terpakai.

Busu mencoba merakit sebuah alat pengering minyak goreng. Walhasil, ternyata mampu berfungsi dengan sangat baik. Alat sederhana ini tidak hanya bermanfaat bagi keluarga Busu, tetapi juga nantinya akan berguna bagi masyarakat luas.

“Bahan yang saya pakai itu seperti toples plastik, baskom plastik, dan dinamo bekar kipas angin,” ucapnya.

Ia menyadari, alat yang dirinya ciptakan ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan. Karena, ketika warga setempat mengonsumsi minyak secara berlebih. Dapat membahayakan metabolisme pada tubuh manusia.

“Minyak yang kita konsumsi selama ini sudah terlalu banyak dan dapat membahayakan kesehatan,” ujar Busu saat diwawancarai.

Peraih Prestasi di Tingkat Kaltim

Keberhasilan Busu tidak berhenti di situ. Inovasinya diakui dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kubar. Busu berhasil meraih juara pertama di tingkat kabupaten Kubar, pada 28 Maret 2024 lalu.

“Untuk Hari ini saya menerima piagam pengharagaan yang langsung diberikan oleh Bupati Kubar FX Yapan, dari kegiatan yang telah gelar DMPK Kubar beberapa waktu lalu,” ucap pria 52 tahun tersebut.

Hal tersebut, yang membawa Busu untuk mewakili Kubar pada ajang TTG ke-10 Provinsi Kaltim pada April 2024 lalu.

Siapa sangka kembali, ia berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga tingkat provinsi Kaltim. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi seorang pria yang hanya mengandalkan kreativitas dan kemauan keras.

Keterbatasan Bukan Sebuah Penghalang

Busu berhasil membuktikan, keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Di tengah segala keterbatasannya, ia mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus rumit, kadang solusi terbaik justru datang dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

“Barang-barang yang kita kira bekas, belum tentu tidak berguna, asal kita mau berfikir dan berinovasi semua bakal menjadi barang berguna,” ungkapnya.

Busu, dengan segala kerendahan hatinya, telah membuktikan bahwa semangat dan tekad dapat mengalahkan segala rintangan. Dan dibalik segala kesederhanaan, ada kekuatan besar yang bisa membawa perubahan.(Rob/Wan)


Penulis : Roby Sugiarto

@aak_bing