Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kabupaten Kutai Timur

Pemkab Bentuk Satgas Pengawas BBM, Ketua DPRD Kutim Berikan Apresiasi

314
×

Pemkab Bentuk Satgas Pengawas BBM, Ketua DPRD Kutim Berikan Apresiasi

Sebarkan artikel ini

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kutai Timur bersama instansi terkait membentuk Tim Satuan Tugas Pengawas Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penyebab di bentuknya tim sat gas khusus karena adanya Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar subsidi di Kabupaten Kutim

Ditanggapi serius oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur.

Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Solar ini membuat antrian Panjang kendaraan roda empat, truk roda enam hingga roda sepuluh di beberapa SPBU di Kota Sangatta.

Salah satu tujuan dibentuknya Tim satgas tersebut untuk meminimalisir antrean panjang kendaraan roda dua, roda empat, hingga roda sepuluh disekitar SPBU di jalan utama Sangatta.

Pembentukan Tim Satgas Pengawas BBM pun mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni.

Dia mengatakan jika hadirnya satgas ini dapat mencegah antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Keberadaan satgas pengawas sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Kutim,” katanya, Rabu (22/11/2023).

“Hal itu juga mengingat seringkali ada warga mengeluh dengan antrean panjang kendaraan di jalan-jalan utama Sangatta,” sambungnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa adanya Tim satgas pengawas BBM dapat mengurai jika terjadi antrian panjang di SPBU.

“Dengan adanya satgas pengawas di SPBU dapat mengurai antrian kendaraan yang memakan badan jalan,” ungkapnya.

Harapannya ini semua dapat segera terselesaikan.Dan tidak ada lagi antrian yang terjadi.

“Jadi intinya kita perlu kajian dari dinas terkait karena antrian yang panjang ini menyulitkan masyarakat, terutama dalam hal kemacetan,” ungkapnya

Ia meminta instansi terkait (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) bisa melakukan evaluasi dan gerak cepat sehingga persoalan antrian BBM tidak berlarut-larut.

Joni juga mengingatkan pentingnya subsidi BBM untuk masyarakat kecil, ini benar-benar harus di gunakan hanya untuk mereka.