Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & PeristiwaNewsSamarinda

Naas, Bocah 11 Tahun Samarinda Tenggelam Ketika Ingin Berkunjung Ke Tempat Neneknya

563
×

Naas, Bocah 11 Tahun Samarinda Tenggelam Ketika Ingin Berkunjung Ke Tempat Neneknya

Sebarkan artikel ini

Saat ini Tim SAR sedang mencari keberadaam MF yang tenggelam terbawa arus di Sungai Karang Asam Besar, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda sejak tadi siang.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Seorang Bocah  berinsial MF (11) harus meregang nyawa diusia belianya saat ingin berkunjung menuju rumah neneknya. Diduga MF terjatuh ke Sungai Karang Asam Besar, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda tadi siang. Bocah tersebut diduga terpeleset dari jembatan di Jalan Hidayah RT 31 (Revolusi).

Berdasarkan keterangan Nenek MF, Siah (65), mengatakan sedang berada di rumah saat kejadian. Menurut Siah, cucunya tengah melihat anak-anak yang berenang karena cucunya tak bisa berenang.

“Saya lagi di rumah. Dia ke sungai, ya lihat-lihat anak berenang, karena nggak bisa berenang. Perginya itu sama anak tetangga sebelah,” tuturnya.

Diketahui MF sedang mengunjungi neneknya untuk bersiap-siap berlatih tanding taekwondo yang akan diadakan dekat ini. 

Baca Juga :Romadhony Tegaskan Warga Miskin Bisa Terima Bantuan Hukum Gratis

“Ya ini baru lagi dia ke sana. Dua hari kemarin dia latihan taekwondo, karena mau tanding bulan ini,” imbuh Siah.

Beberapa Tim SAR masih kesulitan mencari MF karena faktor arus sungai yang cukup deras.(Foto:Detik)

Sementara itu, salah satu saksi bernama Lilis (40) pun melihat kejadian naas itu ketika sedang mencuci pakainnya di Pinggir Sungai tersebut. Sontak ketika beberapa anak-anak berteriak, Lilis bergegeas untuk melapor untuk meminta pertolongan.

“Saya terkejut saat mendengar anak-anak tiba-tiba berteriak, ‘Tenggelam… tenggelam…’. Ketika melihat ke arah sungai, terlihat ada korban yang terbawa arus sungai dan hanya terlihat tangannya,” kata warga yang menjadi saksi mata, Lilis, kepada awak media, Kamis (2/9/2021).

Saat kejadian, Lilis sedang mencuci di belakang rumah. Lilis mengatakan peristiwa yang menggegerkan warga ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Lilis mengaku sempat mengingatkan anak-anak kecil untuk tak berenang di sungai. Namun nasihatnya tak digubris.

“Saya sempat bilangin jangan berenang, tetapi tidak didengar sama anak-anak itu,” jelasnya.

MF sebelumnya mengabarkan kepada orang tuanya akan berkunjung ke rumah neneknya. Jarak lokasi kejadian dengan rumah nenek korban memang tak jauh.

Lanjut percakapan wartawan kepada Lilis, Ia mendatangi pengurus mesjid perihal apa yang dilihatnya. Namun, saat pengurus masjid datang, sosok MF yang terbawa arus sungai sudah tak ditemukan.

Baca Juga: Adu Mulut Berebut Motor, Istri Tega Bakar Rumah di Tenggarong

“Saya langsung meminta bantuan kepada pengurus masjid, tetapi sudah terlambat, anaknya sudah hilang. Ya, yang saya tahu itu dari jembatan kuning terpeleset. Dia lagi lihatin anak-anak berenang karena saya tidak lihat saat jatuhnya,” jelasnya.

Disamping itu, beberapa relawan masih mencari keberadaan MF yang masih hilang terbawa arus tersebut. Sehingga berbondong-bondong warga membantu menyisiri pinggiran sungai yang diduga tempat hilangnya MF.

“Kesulitan (pencarian) arus sungai sangat deras. Jadi kami kesulitan mencari di kedalaman sungai yang berkisar 3-4 meter,” kata Rahmad Trindana dari LSM Pawang, yang turut mencari MF di perairan tersebut.

Hingga saat ini warga sekitar masih mencari MF. Tim SAR Samarinda pun turun turun ke lapangan.(wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *