Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kabupaten Kutai Timur

Masyarakat Keluhkan Tindakan Meminta Uang Di jalan Rusak, Poros Kabupaten Kutai Timur. Ini Kata Joni

368
×

Masyarakat Keluhkan Tindakan Meminta Uang Di jalan Rusak, Poros Kabupaten Kutai Timur. Ini Kata Joni

Sebarkan artikel ini

Sangatta –  Perbuatan anak-anak meminta uang di sejumlah lokasi jalan rusak dan berlubang di Jalan Poros dalam Wilayah Kabupaten Kutai Timur  yang rata-rata dilakukan oleh anak-anak remaja ini, mendapat keluhan dari masyarakat sekitar Kecamatan Sangatta Selatan, saat kegiatan Sosialisasi Perda diadakan oleh Anggota DPRD Dapil II yang juga membahas tentang Perlindungan Anak. 

Pada kesempatan ini, beberapa masyarakat sangat menyayangkan, orang tua yang membiarkan anaknya bekerja sebagai sumber peminta dipinggir jalan, sedangkan mereka memilih untuk melihat atau bersembunyi dari kejauhan. 

Joni Selaku Ketua DPRD Kutai Timur sangat menyayangkan, tindakan orang tua yang membiarkan anaknya untuk bekerja menghasilkan uang, melalui cara ilegal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. 

Joni juga berpendapat, bahwa anak-anak yang dipekerjakan diusia dini oleh orang tua, kemungkinan besar disebabkan karena faktor ekonomi sehingga menghalalkan tindakan tersebut. Joni mengatakan perlu dilakukan tindakan tegas untuk anak-anak yang diperkerjakan secara ilegal tersebut. 

Tindakan ini akan dilakukan bersama pihak terkait dan Dinas Sosia Kutai Timur, karena warga-warga tersebut merupakan masyarakat kurang mampu, yang harus diperhatikan dan diberikan bantuan oleh pemerintah daerah. 

Joni juga mengungkapkan, Pemerintah harus menanyakan dengan jelas alasan orang tua, dijadikan sebagai sumber pencari uang diusia dini. Jika alasan karena faktor pekerjaan dan ekonomi, pemerintah harus dapat menemukan solusi untuk permasalahan ini. 

“Kami akan bersurat ke Dinas Sosial untuk penertiban anak-anak peminta pinggir jalan, serta alasan dari orang tuanya, jika ekonomi dan sebagainya sediakan lowongan pekerjaan untuk mereka,” ujarnya (30/10/2023). 

Menurut Joni tindakan pungli,  tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, bahkan orang tua pun terkadang ikut dalam hal ini. 

Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama antara aparat kemanan dan dinas sosial, agar dapat mengamankan hal-hal serupa tersebut. 

“Mereka biasanya tutup satu jalur, biar hanya dilalui satu akses,” jelasnya. (Adm)