DaerahSamarinda

Kantongi Tiga Poin Tuntutan, PMII Samarinda Gruduk PT Pertamina Patra Niaga

494
×

Kantongi Tiga Poin Tuntutan, PMII Samarinda Gruduk PT Pertamina Patra Niaga

Sebarkan artikel ini
Aksi demontrasi PMII Cabang Samarinda di depan Depot TBBM Pertamina Patra Niaga di Jalan Cendana, Samarinda Kota, Kamis (6/6/2024) sore hari.(Muhammad Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda  Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda menggelar unjuk rasa di depan Depot TBBM Pertamina Patra Niaga di Jalan Cendana, Samarinda Kota, Kamis (6/6/2024) sore hari. Massa aksi menuntut, terkait kasus keterlambatan pemindahan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM), di jalan Cendana menuju Terminal Terpadu yang ada di Kecamatan Palaran.

Kepada Times Kaltim, Humas Aksi Taufikuddin mengungkapkan bahwa, desakan pemindahan depot TBBM Pertamina Patra Niaga menuju Kecamatan Palaran ini, karena dinilai pihaknya cukup membahayakan warga setempat. Sebab, lokasi TBBM Pertamina berdekatan dengan pemukiman padat penduduk.

“Menurut kami persoalaan ini harus segera diselesaikan, mengingat bahwa urgensi nya pemindahan terminal BBM yang ada di jalan Cendana ini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, sejauh ini PT Pertamina Patra Niaga Samarinda diklaim membahayakan keselamatan masyarakat. Mengingat, jaraknya yang sangat dekat dengan pemukiman masyarakat yang ada di Jalan Cendana Samarinda.

“Coba kita lihat terminal BBM yang ada dijalan Cendana ini jaraknya dekat sekali dengan pemukiman warga ini bukan 50 meter, sehingga sudah seharusnya PT Pertamina Patra Niaga ini menyediakan safty berupa APAR untuk masyarakat untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya juga menyinggung adanya kelangkaan tabung gas Elpiji 3 Kg yang saat ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat. Terkhusus, Kota Samarinda. Disamping, mahalnya lonjakan harga jual yang cukup tinggi dan menjelang perayaan bulan suci Iduladha. Membuat, kepanikan sejumlah warga di daerah sebutan Kota Tepian itu, tak terhindarkan lagi.

“Mendekati Hari Raya Idul Adha naiknya harga tabung Gas Elpiji cukup signifikan, mulai dari Rp.25,000 menjadi Rp.50,000. Ini sangat merugikan masyarakat tentunya,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Senior Supervisor Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ispiani Abbas memberikan tanggapan atas keresahan yang dialami masyarakat. Pihaknya, telah melakukan berbagai upaya untuk menangani kasus kelangkaan Tabung Gas Melon itu. Bahkan, tak tanggung-tanggung.

Ia juga mengklaim bahwa, pihaknya memang berencana melakukan penambahan stok gas melon sebanyak 22 ribu tabung hingga Iduladha nanti. Untuk saat ini diakuinya untuk stok gas elpiji memang masih dalam kategori aman dan terkendali. 

Kemudian, dari kuota yang disediakan tahun ini sebanyak 9 jutaan tabung, yang tersalurkan baru 4 juta. Sehingga kelangkaan gas melon sebenarya tidak dibenarkan, hanya saja hal ini terjadi menjelang perayaan hari besar tertentu.

“Kami selalu menyalurkan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah, jika terjadi kenaikan itu karena adanya peningkatan permintaan,” sebutnya.

“”Bagi masyarakat dengan ekonomi mampu harus menggunakan elpiji non subsidi yaitu Bright Gas. Saat ini pun penerapan penggunaan KTP untuk membeli elpiji 3 Kg sudah dijalankan sehingga kedepannya kami harapkan penyaluran gas bersubsidi bisa lebih tepat sasaran,” tandasnya.

Adapun tiga poin tuntutan yang dicatutkan oleh PC PMII Samarinda, yakni: 1) Evaluasi Kinerja PT Pertamina Patra Niaga Samarinda, 2) Mendesak Pertamina – BUMN Untuk Segera melakukan Pemindahan Dept TBBM Pertamina Patra Niaga ke Kecamatan Palaran, 3) Usut Tuntas Mafia Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi mulai dari Pangkalan sampai ke Pertamina.(Has/Wan)

error: Content is protected !!