Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kabupaten Kutai Timur

Asti Mazar Minta Pemkab Kutim Optimalkan Penggunaan Anggaran APBD di Masing-masing PD

197
×

Asti Mazar Minta Pemkab Kutim Optimalkan Penggunaan Anggaran APBD di Masing-masing PD

Sebarkan artikel ini

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur diharapkan dapat memaksimalkan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Demikian dikatakan Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur Asti Mazar, pihaknya berharap Pemerintah daerah segera mengoptimalkan penggunaan anggaran APBD di masing-masing PD (Perangkat Daerah).

“Hal ini mengingat pengalaman di masa-masa sebelumnya, seringkali ditemukan surplus anggaran. Sehingga tidak terjadi lagi banyak surplus anggaran seperti tahun lalu,” katanya.

Asti Mazar mengungkapkan jika penyebab besarnya surplus anggaran dikarenakan banyaknya pekerjaan yang belum diselesaikan.

“Selain itu faktor SDM di masing-masing PD masih belum memadai, sehingga perlu mendapat perhatian tegas dari kepala daerah,” ungkapnya.

“Kita ambil contoh, proyek pembangunan baru dimulai pada Juni dan Agustus, padahal seharusnya sudah dimulai pada awal Maret,” sambung Asti Mazar.

Dia juga menjelaskan jika pengejarannya dilakukan pada Agustus, maka akan dikhawatirkan tidak berjalan secara maksimal.

Hal itu juga mengingat kondisi cuaca yang dapat menghambat pengerjaan kegiatan tersebut.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa kegiatan pembangunan tersebut tidak akan maksimal di lapangan. Sebagai legislator, fungsi kami adalah melakukan pengawasan terhadap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam pelaksanaan pembangunan di daerah,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya menekankan bahwa perlunya kerjasama dari masing-masing PD dalam peningkatan SDM di setiap PD.

“Ini menjadi kunci penting, mengingat sering kali SDM menjadi alasan PD dalam memberikan penjelasan terkait keterlambatan pelaksanaan kegiatan,” bebernya.

Lebih lanjut kata dia, jika dilihat dari sudut pandang, PD ini masih belum siap menghadapi anggaran APBD Kutim yang besar.

“Kemudian melihat anggaran APBD Murni 2023 yang awalnya sekitar Rp5 triliun, namun dalam pembahasan APBD Perubahan meningkat menjadi Rp8 triliun, terdapat surplus anggaran yang signifikan,” pungkasnya