Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kabupaten Kutai Timur

Akses Internet Sulit di Wilayah Pedalaman dan Pesisir Kutim, Siang Geah: Kita Terus Suarakan

352
×

Akses Internet Sulit di Wilayah Pedalaman dan Pesisir Kutim, Siang Geah: Kita Terus Suarakan

Sebarkan artikel ini

KUTAI TIMUR – Akses internet merupakan salah satu kebutuhan seluruh elemen masyarakat baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedalaman dan pesisir

Namun masih ada wilayah di Kutai Timur yang masuk dalam wilayah kategori blank spot atau kesulitan mengakses internet.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Kutai Timur, Siang Geah akan menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk menyediakan fasilitas jaringan internet.

Siang Geah mengatakan jika pihaknya akan terus menyuarakan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat.

“Agar pemerintah mampu menyediakan fasilitas sinyal komunikasi di desa-desa, khususnya desa terpencil di pedalaman dan pesisir yang sangat sulit mendapatkan akses sinyal komunikasi dan jaringan internet,” katanya, Selasa (21/10/2023) siang

Dia juga mengungkapkan jika setiap ada rapat dengan pemerintah kabupaten, pihaknya sering menyampaikan persoalan wilayah yang masuk dalam wilayah blank spot.

“Setiap kali ada rapat dengan pemerintah kabupaten. Saya sering menyuarakan ini, karena ini juga permintaan dari konstituen saya di beberapa desa yang masih blank spot area,” ungkapnya. 

Siang Geah menjelaskan jika pemerataan akses internet untuk masyarakat sangat penting.

“seperti aparatur desa saja amat membutuhkan fasilitas internet untuk mengurus perihal Anggaran Dana Desa dari Kabupaten dan Dana Desa dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

“Kebutuhan internet juga dibutuhkan untuk perihal pendidikan, pertanian, perkebunan, serta sektor penunjang informasi lainnya. Mengingat masa sekarang adalah masa kecepatan akses informasi,” tambahnya .

Lebih lanjut, dikatakan Ketua Fraksi PDI-Perjangan DPRD Kutim bahwa selain internet digunakan untuk mencari informasi tentang pertanian dan perkebunan.

“Masyarakat desa juga tentu membutuhkan komunikasi cepat untuk menjual hasil pertanian dan perkebunannya di dunia maya,” ujarnya.

Siang juga mengatakan jika akses internet juga para pelajar dan guru di desa-desa dalam menunjang aktivitas belajar mengajar.

“Di era modern seperti saat ini tentu akses internet menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Bahkan mereka cenderung menganggap lebih baik lampu padam sehari, daripada akses internet hilang,” ungkapnya.

“Karena mereka sangat penting dengan infomasi yang positif dan bisa menambah pengetahuan mereka,” pungkasnya.