Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kabupaten Kutai Timur

Abdi Firdaus Dorong Pemerintah Tingkatkan Sosialisasi Perda Tentang Perlindungan Anak

204
×

Abdi Firdaus Dorong Pemerintah Tingkatkan Sosialisasi Perda Tentang Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini

Sangatta – Abdi Firdaus Anggota DPRD  Kutai Timur, mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan sosialisasi Perda Tentang Perlindungan Anak. 

Seperti yang dilaporkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kutai Timur, saat menggelar Sosialisasi Perda di Kecamatan Sangatta Selatan, bahwa angka kasus kekerasan anak bahkan pelecehan seksual di Kutim tahun ini terbilang tinggi. 

Dalam mensosialisasikan perda ini sangat penting, karena saat ini, Kutai Timur terbilang urgen, dalam  laporan tentang tindakan  kekerasan pada anak hingga dan tindakan pelecehan seksual, yang terbilang cukup banyak. 

“Maka dari itu, perda ini menjadi tonggak penting dalam perlindungan hak-hak anak di Kutim. Sebab berdasarkan laporan dina PPPA masih banyak kasus rumah tangga  dan kekerasan seksual terjadi pada anak-anak di bawah umur,” ujarnya. 

Sayangnya kasus pelecehan dan kekerasan pada anak di Kutai Timur banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, seperti ayah kandung sendiri, ayah tiri, kakeknya dan paman dari para korban itu sendiri. 

Anggota DPRD Abdi Firdaus, memperkirakan kasus pelecehan seksual hingga hamil sampai masih saja terjadi,  tapi sayangnya ketakutan korban dan orang tua, akhirnya menyembunyikan kejadian ini rapat-rapat. 

Dinas terkait diharapkan lebih inovatif dalam mensosialisasikan Perda Perlindungan Anak, agar warga paham bahwa anak-anak juga memiliki hak perlindungan hukum dari pemerintah dan pihak-pihak terkait. 

“Harus banyak-banyak sosialisasi, mengingat kasus pelecehan seksual oleh anggota keluarga sendiri juga perlu mendapatkan perhatian serius. Sosialisasi biar banyak yang tau kalau jika ada kasus seperti ini langsung dilaporkan, dan pelaku pun harus mendapat hukuman yang setimpal,” ungkapnya. 

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak di Kutai Timur, seandainya sejak dini telah ditimpa tindakan kekerasan dan pelecehan seksual dapat berdampak besar pada mental dan trauma pada para korban. 

“Jaga anak kita, jangan kita celakai mereka. Anak-anak adalah penerus masa depan kita,” tutupnya. (Adm)