Salehuddin Soroti Raperda PUG Akan Dilanjutkan Tahun 2023 Mendatang

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Salehuddin.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin menyoroti satu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), masih belum terbahas dan direncanakan akan disematkan dalam pembahasan tahun 2023 mendatang. Yakni pembahasan tentang Pengarustamaan Gender atau PUG dalam Pembangunan Daerah. Termaktub dalam Perubahan Perda Nomor 2 tahun 2016.

“Terdapat 11 Raperda yang dibahas pada tahun 2022, sehingga tidak semuanya terselesaikan. Untuk itu, Raperda yang belum selesai tahun ini menjadi prioritas tahun depan,” ujar Salehuddin saat menyampaikan laporan pada sidang III tahun 2022 DPRD Kaltim di Gedung D, Senin (14/11/2022).

Penyampaian laporan tersebut merupakan hasil evaluasi terkait rancangan yang tidak terbahas akibat beberapa kendala, karena berkaitan dengan kesiapan dan kajian dari eksekutif.

Salah satunya adalah terkendala dari sisi mekanisme, yakni saat ini tidak boleh ada rancangan perda yang tiba-tiba masuk Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).

“Untuk itu, harus ada pembentukan Panitia Khusus saat melakukan kajian-kajian lainnya,” terang Politisi Partai Golkar ini.

Kata Legislator merangkap sebagai Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Kaltim ini menjelaskan, Ranperda tentang PUG dalam Pembangunan Daerah tetap akan menjadi prioritas di tahun depan. 

Aturan yang diterapkan saat ini adalah, Raperda tahun 2023 harus dimasukkan di aplikasi e-Perda Kementerian Dalam Negeri yang memiliki batas waktu,” ucap Legislator Karang Paci Asal Dapil Kutai Kartanegara ini.

Terpisah, Ketua Bapemperda DPRD Kaltim Rusman Ya’qub pun membenarkan pernyataan tersebut. Ia mengakui, benar adanya Raperda Perubahan Perda Nomor 2 tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah, belum terbahaskan.

“Dari 11 Raperda yang ditargetkan DPRD Kaltim tuntas tahun ini, terdapat enam Raperda yang sudah selesai dibahas, empat raperda masih dalam pembahasan, dan satu raperda belum pernah terbahas,” pungkasnya.(Adv/Wan)