Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Politik

Polemik PAW Tiga Fraksi PKB Kukar, Ini Tanggapan Siswo Dan Pengamat Politik

434
×

Polemik PAW Tiga Fraksi PKB Kukar, Ini Tanggapan Siswo Dan Pengamat Politik

Sebarkan artikel ini

Bendera PKB.(Ilustrasi)

Timeskaltim.com, Kukar – Polemik Tiga Anggota Fraksi Partai PKB dapil Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) digubris akan dilakukannya pergantian antarwaktu (PAW) dan Ketua Partai PKB Kukar.

Melalui pemberitaan beberapa waktu lalu, Ketua PKB Kukar, Untoro Raja Bulan, saat hadiri Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) dan pendidikan politik bagi kader PKB Kukar, di auditorium Hotel Grand Fatma Tenggarong.

“Kami bersifat tegas kepada anggota DPRD Kukar asal PKB, atas nama Siswo Cahyono, Sarpin dan Hamdiyah, akan kita lakukan PAW kepada yang bersangkutan,” tegas Untoro Raja Bulan, Kamis (22/12/2022) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Siswo Cahyono pun buka suara mengenai ancaman PAW tersebut. Dan mengatakan untuk tidak berkoar-koar.

“Jangan gembar-gembor mau PAW. Urusan yang lain saja belum selesai dan sekarang bikin sensasi mau PAW kader sendiri di DPRD Kukar,” ujar Wakil Ketua DPRD Kukar itu.

Pria yang akrab dipanggil Siswo pun mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengakui Untoro yang menjabat sebagai Ketua PKB Kukar.

Dirinya pun mempertanyakan, mengapa Untoro bisa menjadi ketua partai tanpa adanya proses yang tertuang di ADRT Partai PKB.

“Proses pergantian Ketua DPC apabila diganti sebelum masa jabatan habis. Harusnya melalui Muscablub partai sesuai dgn AD ART partai. Tetapiu, kepengurusan ini, malah tidak melalui prosedur sesuai regulasi yang ada. Seenaknya, saja kalau seperti ini,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPC PKB Kukar, Haidir (versi kepimpinan Ketua DPC PKB Kukar, Puji Hartadi) menambahkan, jangan membunuh karakter kader yang telah memiliki prestasi bagus.

“Prinsip penting bahwa tiga anggota yang diusulkan yang akan diganti, mereka bertiga punya dedikasi loyalitas dan prestasi,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kukar, Siswo Cahyono.(Dok)

Ia pun bertanya mengenai sikap PKB yang belum mengambil sikap tegas terhadap kader yang tersangkut masalah hukum.

“Kita bertanya akal sehat, kenapa mereka tidak memikirkan anggota dprd yang punya masalah hukum. Apakah dari pihak partai yang memberhentikan atau dari dprd yang menghentikan,” tuturnya.

“Jangan sampai dari DPRD Kukar yang memberhentikan deluan. Tetapi harus dari partai yang memberhentikan orang itu yang bermasalah hukum. Dan saya juga melihat bahwa model-model ini tiba-tiba muncul, seperti by order,” tandasnya. 

Pandangan Pengamat Politik

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Zulkifli pun berpendapat, sangat disayangkan adanya konflik di PKB Kukar.

“Puji dan Siswo sudah membesarkan PKB Kukar. Kalaupun nanti mereka loncat ke partai lain, ini kan sayang sekali. Mereka sudah membesarkan PKB, sudah punya jejaring bagus, tapi kemudian tiba-tiba loncat ke partai lain kan sangat disayangkan,” ucapnya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (22/12/2022).

Dia menjelaskan, Puji dan Siswo Cahyono, yang merupakan punggawa utama PKB Kukar, memiliki rekam jejak cukup panjang dalam dunia perpolitikan Kukar.

Sebelum keduanya menjadi pengurus PKB Kukar, mereka pernah menjadi politisi Hanura. Ketika Puji dan Siswo menakhodai Hanura, mereka membawa partai tersebut meraih kursi di parlemen Kukar.

“Sebelumnya, Hanura ini partai non-parlemen juga. Setelah mereka bergabung, Hanura dapat kursi di parlemen Kukar,” bebernya.

PKB Kukar, sambung dia, telah dibangun dengan susah payah oleh Puji, Siswo, beserta loyalis mereka. Zulkifli sangat menyayangkan apabila mereka harus meninggalkan partai tersebut hanya karena konflik yang bernuansa politik disebabkan faktor suka dan tidak suka (like and dislike).

“Jangan sampai ini berkepanjangan. Kan sayang. Partai yang sudah dibangun berdarah-darah di Kukar, kemudian harus pecah hanya karena politik elite, yang mengorbankan si A, B, dan seterusnya hanya karena like and dislike,” pungkasnya.(Wan)