Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ahmad Sopian Noor. (Dok)
Timeskaltim.com, Samarinda – Pembelian buku di Sekolah kerap kali menjadi problematik. Walau saat ini Disdikbud Samarinda telah melarang jual-beli buku wajib di lingkungan sekolah. Namun masih ada kegiatan tersebut menjamur dibeberapa sekolah. Dari, itu anggota komisi IV DPRD Samarinda beri solusi kepada orang tua siswa.
Buku wajib dan penunjang selalu menjadi masalah di lilngkungan sekolah. Baik dari tingkatan dasar(SD) maupun menengah pertama (SMP). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda melarang keras jika ada sekolah yang masih memperjual-belikan buku dilingkungan sekolah.
Merespon hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ahmad Sopian Nor, menanggapi prihal tersebut. Menurutnya tiap orang tua harus mendorong para siswa memiliki buku. Untuk menunjang minat literasi para siswa.
Dari itu, ia memberikan solusi dengan membeli buku diluar sekolah. Walau dengan harga yang mahal, para orang tua dapat mencicil atau menabung demi masa depan anak-anak.
“Mencicil misalkan biayanya 500 ribu bisa kredit 100 ribu/bulan atau berapa insyaallah ada solusinya untuk buku,” kata Sopian, pada Jumat (14/7/23).
Selanjutnya, ia menyarankan agar orang tua dapat meningkatkan literasi baca para siswa. Dengan memulai dari lingkungan rumah.
“Makanya pertama bagaimana menimbulkan minat baca anak kita dan bagaimana orang tua memperhatikannya.”
“Karena kadang-kadang macam-macam hal yang timbul di masyarakat salah satunya minat baca dan minat sekolah yang kurang,” tutupnya. (Adv/Nik/Wan)












