Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kab. PPU

Pemkab PPU Sambut Rombongan Mahakam Investment Forum 2024 untuk Kunjungan Investasi di PPU

323
×

Pemkab PPU Sambut Rombongan Mahakam Investment Forum 2024 untuk Kunjungan Investasi di PPU

Sebarkan artikel ini
Kunjungan rombongan peserta Mahakam Investment Forum 2024 dalam rangka kunjungan langsung ke lokasi investasi di PPU.

Timeskaltim.com, PPU – Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Penajam Paser Utara (PPU), Ainie, mewakili Penjabat Bupati PPU, menerima kunjungan rombongan peserta Mahakam Investment Forum 2024 yang datang untuk melihat langsung lokasi-lokasi investasi di Kabupaten PPU.

Rombongan yang dipimpin oleh Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, Duta Besar Bahrain untuk Indonesia, Ahmed Abdulla Alharmasi Alhaje, dan Wakil Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, RAY Vicheasophea, beserta perwakilan sektor perdagangan dan investasi dari Jepang, Belanda, India, Inggris, Swis, dan Turki, disambut di aula lantai III Kantor Bupati PPU pada Kamis (7/11/2024).

Ainie didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Nurlaila.

Kegiatan “On Site Visit Mahakam Investment Forum 2024” ini merupakan bagian dari kerja sama antara DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Bank Indonesia untuk memperkenalkan proyek-proyek investasi yang ada di wilayah Kaltim.

Dalam kunjungan kali ini, rombongan tersebut akan diajak untuk meninjau langsung lokasi investasi di Pelabuhan Buluminung, yang diharapkan dapat menjadi salah satu kawasan penting dalam pengembangan ekonomi di PPU.

Ainie dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi PPU untuk mempresentasikan potensi daerah.

Ia menekankan bahwa Pemkab PPU tengah berfokus pada pembangunan, terutama setelah penetapan Ibukota Negara (IKN) Nusantara, yang wilayahnya termasuk Kecamatan Sepaku di PPU.

Ainie menjelaskan bahwa PPU sebagai “Serambi Nusantara” perlu menyesuaikan diri dengan percepatan pembangunan di IKN, dan untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak.

“PPU sangat terbuka untuk bermitra, karena setelah penetapan IKN, kami harus mempersiapkan banyak kebutuhan baik untuk masyarakat maupun untuk daerah ini,” ungkap Ainie.

Sebelumnya, Kabupaten PPU juga telah menerima banyak kunjungan terkait investasi dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Cina, dan Jepang.

Ainie berharap kunjungan ini dapat semakin memperkuat hubungan internasional dan membuka peluang investasi lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Maroko, Ouadia Benabdellah, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemkab PPU.

Ia menyampaikan bahwa kunjungan ke Pelabuhan Buluminung dan pertemuan selanjutnya di Samarinda akan memberikan wawasan lebih dalam mengenai potensi investasi yang ada, serta apa yang telah dipersiapkan oleh Pemkab PPU.

Duta Besar Bahrain, Ahmed Abdulla Alharmasi Alhaje, juga mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dan pelayanan yang diberikan.

Ia berharap dapat menerima bahan presentasi lebih lanjut untuk dipelajari sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Kamboja, RAY Vicheasophea, menyatakan bahwa dirinya menantikan diskusi lebih lanjut mengenai proyek-proyek yang ada di PPU.

Ia berterima kasih atas kesempatan untuk melihat langsung lokasi Pelabuhan Buluminung dan zona ekonomi, serta menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan yang dapat menjadi jembatan antara investor dan negara-negara yang terlibat.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen Pemkab PPU dalam membuka peluang investasi yang dapat mendukung pembangunan daerah, terutama seiring dengan status PPU sebagai bagian dari kawasan IKN.

Diharapkan, langkah ini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian dan kemajuan Kabupaten Penajam Paser Utara ke depan. (Adv)