Diskominfo Kukar

Pemkab Kukar Susun Kurikulum Mulok Berbasis Bahasa Kutai di Sekolah

86
×

Pemkab Kukar Susun Kurikulum Mulok Berbasis Bahasa Kutai di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Penulis Kurikulum Bahasa Kutai, Sulaiman. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Demi mempertahankan Identitas Kultural Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), tengah gencar menyusun strategi Muatan Lokal (Mulok), yang berbasih Bahasa Kutai disetiap Sekolah SD dan SMP se-Kukar.

Seperti diketahui, Suku Kutai sebagai salah satu rumpun masyarakat asli Kalimantan Timur (Kaltim), memiliki sejarah panjang serta banyak berdiam di wilayah Kabupaten Kukar hingga saat ini.

Penulis Kurikulum Bahasa Kutai, Sulaiman mengatakan, pihaknya tengah berjuang menyusun strategi untuk mejalankan mulok dengan bahasa daerah Kutai disetiap sekolah di Kukar. Hal ini merupakan komitmen dari Bupati Kukar guna melestarikan bahasa daerah.

“Tujuan dari kurikulum bahasa kutai ini, masuk dalam mulok disetiap sekolah, dikarenakan bahasa tersebut merupakan salah satu rumpun bahasa di Kaltim yang saat ini terancam punah,” ucap Sulaliman saat ditemui Times Kaltim, pada Selasa (18/06/2024).

“Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sendiri sudah ada namanya juga program revitalisasi bahasa daerah. kami juga tengah berkomunikasi dengan kantor bahasa di provinsi Kaltim untuk memperkuat implementasinya,” jelasnya

Sulaiman bilang, dalam proses menjalankan kurikulum bahasa daerah disetiap sekolah, pihak Pemkab Kukar tengah melakukan berbagai tahapan. Saat ini, telah memasuki tahapan sosialisasi ke setiap kecamatan di Kabupaten Kukar.

“Tahun lalu, program ini hanya melalui tahapan uji coba, namun tahun ini akan diimplementasikan secara penuh,” katanya

Ia juga mengungkapkan, pembelajaran mulok bahasa Kutai di sekolah-sekolah SD dan SMP diharapkan tidak hanya menggunakan bahasa daerah secara tertulis, namun dalam menerangkannya setiap guru dapat berbahasa kutai.

Lanjutnya, ia menekankan, kurikulum ini tidak hanya mengajarkan bahasa melainkan ada cangkupan aspek kebudayaan daerah, seperti permainan tradisional, musik daerah, dan tari-tarian, guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para siswa.

“Pembelajaran bahasa Kutai akan dimulai dengan bahasa Kutai Tenggarong. Harapannya, melalui program ini, bahasa Kutai dapat lestari dan orang Kutai bangga menggunakan bahasa mereka,” tambahnya

Disisi lain, Penulis Kurikulum bahasa Kutai itu menyebutkan, kendala saat ini yang dihadapi ialah, terkait ketersediyaan buku yang masih sangat minim dan banyak belum tercetak.

“Permasalahannya disini pengadaan buku tersebut yang terhambat sampai saat ini, tetapi kalau melalui file PDF sudah dibagikan kepada guru-guru,” jelas Sulaiman.

Diakhir percakapan, Sulaiman mengatakan betapa pentingnya semboyan ‘Tri Gatra Bahasa’ artinya setiap orang harus mengutamakan bahasa nasional, menguasai bahasa asing, dan melestarikan bahasa daerah.

“Jangan sampai modernisasi itu mengikis kebudayaan kita terutama bagi bahasa daerah kita saat ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu, Kaltim memiliki dua bahasa yang menjadi prioritas seperti bahasa Kutai dan bahasa Dayak. Tahun ini, program revitalisasi bahasa daerah juga mencakup bahasa Paser. (Rob/Wan)

error: Content is protected !!