Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & PeristiwaSamarinda

Naas, 7 Korban Jiwa Tewas Terpanggang Dalam Kobaran Api Di Jalan AWS Samarinda, Sopir Mobil Tambang Penabrak Bangunan Masih Buron

497
×

Naas, 7 Korban Jiwa Tewas Terpanggang Dalam Kobaran Api Di Jalan AWS Samarinda, Sopir Mobil Tambang Penabrak Bangunan Masih Buron

Sebarkan artikel ini

7 Korban Jiwa Tewas Terpanggang Dalam Kobaran Api Di Jalan AWS Samarinda.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Peristiwa Naas, menimpa satu keluarga tersebut membuat geger Warga Kota Samarinda. Insiden itu terjadi di waktu Subuh saat warga selesai santap sahur. 

Diduga Sebuah mobil triton putih menabrak salah satu bangunan dengan ruko 3 pintu. Ledakan terjadi usai mobil itu menabrak. Dikabarkan pula ada satu keluarga terjebak dalam kebakaran tersebut.

Berdasarkan keterangan Humas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda, Herry Suhendra beberapa korban ada yang sudah dievakuasi. Para korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Syahranie (AWS).

“Korban ada 8 yang sudah dievakuasi. 2 masih bernafas, 6 meninggal. Tapi, informasi terbaru, salah satu dari 2 korban yang dievakuasi itu meninggal pada saat perjalanan ke rumah sakit,” jelasnya, Minggu (17/4/2022).

Ia menuturkan, para korban yang dievakuasi terbagi di lantai 1 dan di lantai 2 bangunan. Rinciannya, 1 orang dievakuasi dari lantai 1, lalu sisanya dari lantai 2 bangunan tersebut.

Mobil Tambang yang menjadi penyebab kebakaran. Diduga sopir oleng dan menabrak POM Mini ruko tersebut.(Ist)

Dalam insiden tersebut ada 7 orang. Rata-rata meninggal di tempat lokasi kebakaran.

“Iya. Betul sekali,” singkatnya.

Saat melakukan evakuasi, ia mengaku ada kesulitan yang dialami Damkar. Yakni saat penyelamatan. Di mana akses evakuasi tidak ada selain pintu utama.

Namun, katanya, pintu utama terkunci. Evakuasi para korban pun hanya bisa dilakukan secara perlahan.

“Kesulitan sebenarnya ada pada bangunan ruko yang dalam keadaan terkunci. Jadi, kita harus evakuasi pelan-pelan. Tidak ada pintu evakuasi lain selain pintu utama,” jelasnya.

Terkait mobil yang diturunkan, ia menjelaskan ada 6 unit. Mobil tersebut berasal dari 2 posko sekaligus yang berada dekat dengan wilayah tersebut.

Kini, proses pendinginan gedung dilakukan tim Damkar Samarinda. Ia membeberkan, pendinginan sempat terhenti sesaat karena pihak Damkar melakukan evakuasi para korban.

“Saat ini proses pendinginan. Tadi sempat stop karena evakuasi korban, jadi kita lanjutkan untuk evakuasi dan kepentingan korban,” ujarnya.

Ia juga membenarkan soal info awal terjadinya kebakaran tersebut lantaran mobil triton berwarna putih oleng dan menabrak sebuah toko sembako. Ia menuturkan, berdasarkan keterangan para saksi mobil hilang kendali dan oleng.

Tak cuma itu, ia juga membenarkan bahwa mobil triton tersebut ialah mobil yang biasa beroperasi di industri tambang. Namun, terkait sopir dan penumpang masih belum diketahui keberadaannya alias menjadi Buronan pihak kepolisian Samarinda.(Wan)