Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
BudayaPPU

Masyarakat Adat Nelayan Gelar Syukuran Sedekah Laut di Waru Tua

439
×

Masyarakat Adat Nelayan Gelar Syukuran Sedekah Laut di Waru Tua

Sebarkan artikel ini
Sedekah laut yang dilakukan oleh nelayan sebagai bentuk rasa syukur (Ist)

TimesKaltim.com, Penajam – Syukuran Sedekah laut akan kembali digelar oleh masyarakat nelayan gabungan yang ada di Kelurahan Waru, Desa Api-Api, Desa Sesulu, dan Kelurahan Tanjung Tengah Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Ajang ini merupakan bentuk syukur nelayan atas hasil laut dan sekaligus untuk silaturahim antar nelayan. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kampung Waru Tua Jalan Logvon SDR RT. 013 Kelurahan Waru. Pada 18-19 Januari 2022.

Disampaikan Abdullah Rahman selaku panitia acara, bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh seluruh perwakilan nelayan dari desa/kelurahan yang mayoritas warganya adalah petani serta tokoh adat paser dan bugis. Pada acara nanti terdapat terdapat ritual adat paser dan bugis didalamnya.

“Ini merupakan inisiasi nelayan yang ada di waru,sesulu, api-api dan Tanjung tengah untuk mengadakan syukuran laut, disamping itu juga turut terlibat tokoh-tokoh adat paser dan Bugis,” ungkap pria yang karib disapa Rahman ini.

Ditambahkan Rahman, bahwa agenda syukuran laut ini merupakan agenda tahunan yang rutin digelar oleh kelompok nelayan sekitar, namun pada tahun ini acara syukuran akan dibuat lebih meriah, dengan melibatkan dan mengundang pejabat serta tokoh-tokoh masyarakat.

“Rutin dilakukan setiap tahun, tapi acaranya tidak terlalu besar, hanya dilakukan oleh tokoh adat dan para nelayan, namun tahun ini kami buat yang lebih meriah,” tambahnya.

Agenda ini pun turut dipelopori oleh Irawan Heru Suryanto yang merupakan Anggota DPRD PPU Dapil Waru- Babulu. Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan para nelayan dan merawat kembali adat istiadat yang mulai dilupakan oleh generasi muda.

“Saya sangat mendukung agenda ini, mengingat ini menjadi ajang juga untuk melestarikan adat istiadat yang sekarang sudah jarang diminati oleh anak muda,” jelas Irawan yang juga Ketua DPC PKB PPU.

Agenda syukuran laut ini pun terbilang cukup unik, karena menggabungkan dua kebudayaan dari suku yang berbeda, yakni suku Paser dan Bugis. Ini pun menjadi misi tersendiri bagu Irawan untuk dapat menjaga keharmonisan warga masyarakat yang ada di PPU.

“Nantinya akan ada adat isitiadat dari suku paser dan Bugis, karena kedua ini memang suku mayoritas nelayan yang ada di PPU,” papar Irawan.

Agenda ini pun mendapat apresiasi dari Musa selaku ketua Lembaga Adat Paser PPU. Ia berharap melalui acara ini dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa adat paser ini sangat harmonis,  yang dibuktikan dengan saling bersinergi dalam membangun kegiatan keadatan secara bersama-sama.

“Kami ingin menyampaikan lewat agenda ini bahwa suku paser merupakan suku yang harmonis,” terang Musa.

Selain itu, Aji Mulyadi yang merupakan Panglima Tana Sulu keturunan dari Anden Oko juga menambahkan bahwa suku bugis dan paser diwilayah PPU ini sangat harmonis, bahkan  sudah sejak dulu terjadi perkawinan silang antara suku bugis dan paser.

“Kami ini seperti keluarga besar, karena saling berdampingan dan sejak dulu banyak terjadi perkawinan silang antara paser dan Bugis,” jelas Aji Mulyadi.