Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
LifestyleNewsPPU

Mahasiswa KKN UMKM 134 UNMUL Kampanyekan Gerakan UMKM Tanpa Plastik

303
×

Mahasiswa KKN UMKM 134 UNMUL Kampanyekan Gerakan UMKM Tanpa Plastik

Sebarkan artikel ini
Proses Perubahan Kemasan Dari Plastik Ke Kertas. Foto: KKN UMKM 134 UNMUL

Timeskaltim.com, Samarinda – Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) berbasis UMKM 134 bersama UMKM Maryam Crochet mengkampanyekan dan mempraktikkan gerakan tanpa plastik pada packaging atau kemasan produk rajut yang menggunakan kemasan berbahan kertas bernama paperbag satchel.

Sampah plastik menjadi masalah utama pencemaran lingkungan baik di tanah maupun laut. Sampah plastik memiliki sifat yang tidak mudah terurai dan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. 

Berangkat dari persoalan ini KKN UMKM 134 mengajak UMKM Maryam Crochet berusaha untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam bisnis dengan tidak menggunakan plastik.

CFFFBC66-E0D9-44BB-974F-2F0237552E5A.jpg
Produk Rajut UMKM Maryam Crochet Samarinda. Foto: KKN UMKM 134 UNMUL

Sebelumnya, UMKM Maryam Crochet menggunakan kemasan berbahan plastik untuk semua produknya seperti  konektor masker dan strap masker berbahan rajut. Perubahan kemasan ini disambut baik oleh Nurul Huda, selaku pemilik UMKM Maryam Crochet.

“Kemasan baru ini sangat membantu usaha saya dengan tidak menggunakan plastik dan mengurangi sampahnya pada lingkungan sekitar. Juga, karena produk saya rajut, kemasan ini jadinya terlihat kreatif,” ungkapnya dikonfirmasi, Jumat (13/8/2021).

Ia berharap dengan penerapan gerakan tanpa plastik ini dapat mengurangi sampah plastik dan membawa  perubahan terhadap lingkungan sekitar.

“Semoga, setelah perubahan kemasan ini, bisa lebih menarik banyak pelanggan lagi untuk membeli produk-produk UMKM saya.” Sambung Ibu Nurul Huda.

Ke depan diharapkan tidak hanya UMKM Maryam Crochet yang dapat merubah kemasannya dari plastik ke kertas, tetapi KKN UMKM 134 berusaha mengajak UMKM lainnya untuk mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan plastik pada kemasan prduknya. 

Mengingat saat ini, 5 dari 10 negara penyumbang sampah plastik di dunia berasal dari Asia Tenggara terutama Indonesia.(Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *