Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Budaya

Ladang Budaya Tenggarong Bergemuruh di Malam Penutupan Lanjong Art Festival 2025

290
×

Ladang Budaya Tenggarong Bergemuruh di Malam Penutupan Lanjong Art Festival 2025

Sebarkan artikel ini
Penampilan Larissa Umayta dari Brazil di atas panggung LAV 2025. (Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Suasana meriah menutup gelaran Lanjong Art Festival (LAF) 2025 yang mengangkat tema “Habis Barat Terbitlah Timur”. Ratusan pasang mata terhanyut dalam pertunjukan seni lintas budaya di Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu (27/08/2025) malam.

Festival dua tahunan ini berlangsung sejak 22 Agustus dan menghadirkan berbagai penampilan, mulai dari seniman lokal hingga tamu mancanegara. Selain Indonesia, delegasi seni dari Malaysia, Jepang, Singapura, Spanyol, hingga Brasil turut menyuguhkan karya terbaik mereka. Perpaduan itu melahirkan kolaborasi budaya yang jarang ditemui di Kaltim.

Dengan tata cahaya panggung yang memukau serta atmosfer hangat, Ladaya berhasil menjadi magnet. Tidak hanya masyarakat Tenggarong, banyak pula penonton dari luar daerah yang datang menyaksikan langsung pesta seni tersebut.

Perwakilan eksternal LAF, Dedi Nala Arung, menyebut festival kali ini lebih dari sekadar hiburan. Ia menilai LAF adalah wadah apresiasi yang memberi manfaat nyata bagi publik.

“Saya inginkan bahwa teman-teman mendapatkan satu tontonan, satu event yang punya nilai gizi lebih dibanding tontonan-tontonan biasa. Dan tentu saja kami berterima kasih semua pihak yang sudah mendukung acara ini selama enam hari penuh,” ujar pria yang akrab disapa Nala itu.

Ia juga menegaskan kualitas penampilan tahun ini berada di atas rata-rata. Menurutnya, setelah lama vakum, baik seniman maupun penonton menunjukkan antusiasme luar biasa.

“Pokoknya internasional lah tahun ini dengan kualitas yang di atas rata-rata semuanya. Teman-teman seniman juga saya lihat totalitasnya luar biasa,” tambahnya.

Meski demikian, Nala menegaskan perlu adanya evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Ia memastikan bahwa di luar festival dua tahunan, Lanjong akan menghadirkan program seni lain agar ruang ekspresi tetap hidup di Kukar.

Sementara itu, di depan podium LAV 2025 tampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, juga hadir langsung menyaksikan pementasan seni kontemporer di malam penutupan. Ia menilai keberagaman pertunjukan di LAF 2025 menjadi bukti bahwa Kukar memiliki daya saing dalam dunia seni.

“Malam ini saya anggap sudah kompleks sekali penampilannya. Saya anggap ini sebagai sebuah keberhasilan yang sangat sukses bagi kegiatan Lanjong Art Festival 2025 ini,” ungkap Thauhid.

Ia berharap festival ini bisa berlanjut dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. Menurutnya, perkembangan seni dan budaya adalah bagian penting dari kemajuan daerah.

“Saya sekali lagi mengapresiasi. Ini bukti bahwa sebuah daerah itu akan tumbuh kalau budayanya tumbuh, seninya tumbuh, senimannya berkembang,” pungkasnya.

Sebagai penutup, LAV 2025 menghadirkan penampilan musisi papan atas yaitu Panji Sakti yang membawakan tembang-tembang penuh makna di hadapan para penonton. Setelah itu, dilanjutkan pembagian hadiah kepada para penampil yang telah berjuang kurang lebih sepakan ini. (Rob/Bey)