Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Pemkot Sanksi Masyarakat Yang Berikan Uang Ke AGP

365
×

Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Pemkot Sanksi Masyarakat Yang Berikan Uang Ke AGP

Sebarkan artikel ini

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi. (Dok/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dalam menangani AGP di Samarinda, Pemkot akan buat sanksi kepada masyarakat yang memberi uang ke AGP. Hal ini dapat dukungan dari Komisi IV DPRD Samarinda.

Anak  jalanan, gelandangan, dan pengemis (AGP) masih jadi problem di Kota Samarinda. AGP dapat mengganggu keindahan Kota Samarinda, lebih ditakutkan apalagi di Jalan Raya dapat menyebabkan kecelakaan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan berlakukan sanksi kepada warga apabila memberikan uang bagi AGP di jalanan. Kebijakan tersebut untuk mengurangi kebiasaan masyarakat yang memberikan uang ke AGP. Agar AGP di Kota Samarinda dapat berkurang.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Maswedi mengatakan pihaknya sangat mendukung wacana tersebut. AGP ini menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai keluarga, lingkungan masyarakat, hingga pemerintah.

“Kami tentu mendukung. Saya menilai AGP ini sudah mengganggu keindahan kota serta menganggu keselamatan mereka juga dan pengguna jalan. Apalagi mereka berada di simpangan lampu merah,” ungkap Maswedi, pada Senin (3/7/2023).

Lebih lanjut, ia menambahkan dengan diberlakukan sanksi tersebut diharapkan dapat mengatasi AGP yang berkeliaran di simpang lampu merah, selain itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami DPRD Samarinda sangat setuju dengan rencana pemkot apalagi ini sudah ada perdanya, sehingga diharapkan Satpol PP bisa bekerja maksimal melakukan tindakan keras terhadap AGP,” tuturnya.

Tidak hanya itu dengan adanya aturan tersebut Kota Samarinda ke depannya lebih bagus, tertib dan indah serta pengendara merasa aman menggunakan jalanan.

“Mohon maaf di Samarinda AGP ini, bukan hanya berasal dari Samarinda. Tapi dari luar Samarinda, dan anehnya kabar yang berkembang keberadaan anak jalanan terorganisir,” pungkasnya. (Adv/Nik/Wan)