Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
LifestyleOpini

Cara Manajemen Isu Dalam Hubungan Cinta

538
×

Cara Manajemen Isu Dalam Hubungan Cinta

Sebarkan artikel ini

Oleh: Defi Qolbi Fillah 

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan tidak dapat hidup sendiri (kebutuhan berfaliasi). Kebutuhan berafiliasi dapat menimbulkan ketertarikan dan membawa ke hubungan yang lebih serius yaitu berpasangan. 

Tingkatan hubungan berpasangan bisa dibilang hubungan intim karna intensitas pertemuan,kegiatan dan juga komunikasi lebih banyak dan sering. Keintiman adalah elemen emosi,yang didalamnya terdapat kehangatan,kepercayaan (trust) dan keinginan untuk membina hubungan (DeGenova & Rice dalam Hakim, 2015).

Keintiman dalam sebuah hubungan menimbulkan rasa kepemilikan terhadap pasangan yang mana hal ini menimbulkan keterikatan emosional. Hal ini bertujuan untuk bisa saling mengenal dan juga melihat kesesuaian satu sama lain dalam menjalin hubungan. Akan tetapi, hal ini dapat menyebabkan konflik yang akhirnya menimbulkan isu hingga krisis. 

Hal tersebut diakibatkan ketidakcocokan dalam penyampaian dan pemahaman satu sama lain dan juga pendapat dan pandangan antar pasangan. Unsur- unsur akibat dari kesalahpahaman tersebut bisa karna latar belakang dan juga pengalaman satu sama lain terhadap sebuah perspektif.

Perbedaan tersebut bisa menimbulkan krisis kepercayaan yang berakibat kepada munculnya krisis dan isu dalam sebuah hubungan. Fenomena ini sering terjadi dalam sebuah hubungan relasi,baik petemanan maupun berpasangan. 

Maka dari itu, penting bagi kita untuk bisa memahami sebuah isu agar bisa mencegah keadaan menjadi krisis. Dan juga cara memanajemen isu dan krisis dalam sebuah hubungan berpasangan seperti apa. Berikut cara memanajemen isu dan krisis.

1. Komitment

Komitment merupakan landasan utama dalam sebuah hubungan termasuk dalam hubungan berpasangan. Bentuk sebuah komitmen ialah kepercayaan,komunikasi yang baik,hingga target yang sudah diputuskan bersama. Hal ini bisa menunjang isu dan juga krisis dalam sebuah hubungan.

2. Komunikasi

Komunikasi merupakan unsur utama dalam sebuah hubungan. Hal ini penting karena untuk bisa terjalinnya hubungan yang baik pastinya komunikasi digunakan paling utama. Mengkomunikasikan hal-hal yang perlu dibahas.

3. Toleransi

Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan antarsesama manusia. Toleransi merupakan tahap dimana pasangan saling mengerti dan memahami kemauan dan uga keputusan yang dipunya. Hal ini mempunyai banayk sisi kontra yang mana bersangkutan dengan perbedaan perspektif masing-masing pasangan.

4. Hubungan timbal balik

Untuk menjalin hubungan yang lebih baik pastinya harus ada hubungan dua arah atau timbal balik. Hal ini merupakan penunjang keberhasilan sebuah hubungan dalam memanajemen sebuah isu dan juga krisis. Ada perasaan tanggung jawab dan juga menghargai apa yang diberikan dan juga dilakukan oleh pasangan. Contoh dari menghargai pasangan ialah :

● Mendengarkan pendapat atau masukan dari pasangan dengan tidak menyela atau meninggikan ego kita.

● Tidak membanding-bandingkan kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki pasangan karena setiap orang punya batasan kemampuan masing-masing.

● Mengkomunikasikan apa yang menurut kita mengganggu atau janggal agar tidak terjadi salah paham diantara kedua belah pihak.

● Memberikan apresiasi atas capaian yang sudah dilakukan pasangan kita agar mereka merasakan bahwa mereka mendapatkan dukungan dan terus mengembangkan diri mereka agar lebih baik.

Dari keempat cara diatas bisa memberikan berbagai macam manfaat dalam memanajemen isu dan krisis dalam sebuah hubungan, yaitu:

1. Dapat menyelesaikan konflik atau situasi krisis yang terjadi dalam sebuah hubungan.

2. Dapat melengkapi satu sama lain. Hal ini biasanya menjadi penyebab isu dan juga krisis dalam sebuah hubungan. Dengan melakukan beberapa cara diatas,hal ini bisa meminimalisir hal tersebut.

3. Bisa menyatukan perbedaan.

4. Bisa lebih menghargai dan juga rela berkorban untuk pasangan.

Menyatukan pendapat dan juga mengerti perasaan orang lain memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut kerap kali terjadi dan akan selalu ada dalam sebuah hubungan baik pertemanan,organisasi maupun berpasangan. Maka dari itu penting untuk memahami bagaimana cara manajamen isu dan krisis sebuah hubungan yang baik.

*Penulis merupakan Mahasiswa Aktif Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman

Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis