Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kab. PPU

Bapelitbang PPU Sosialisasikan Desa Cinta Statistik dan Luncurkan Indikator Kemiskinan Daerah

166
×

Bapelitbang PPU Sosialisasikan Desa Cinta Statistik dan Luncurkan Indikator Kemiskinan Daerah

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Launching Indikator Kemiskinan Daerah, Selasa (24/09/2024). Di Aula lantai I Gedung Bupati PPU.

Timeskaltim.com, PPU – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyelenggarakan Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sekaligus Launching Indikator Kemiskinan Daerah pada Selasa (24/09/2024). Kegiatan ini berlangsung di Aula lantai I Gedung Bupati PPU.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda PPU, Nicko Herlambang, Kepala Bapelitbang PPU, Tur Wahyu, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) PPU, serta peserta dari kecamatan, kelurahan, dan desa di seluruh Kabupaten PPU.

Kepala Bapelitbang PPU, Tur Wahyu, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen meningkatkan kualitas data sebagai dasar perencanaan dan pembangunan daerah mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan.

“Tolak ukur keberhasilan perencanaan dan pembangunan dapat ditentukan oleh kualitas data yang digunakan dalam analisis penentuan strategi kebijakan penyelesaian masalah-masalah pembangunan yang ada,” ungkap Tur Wahyu dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya data berkualitas dalam mendukung penyusunan perencanaan program pembangunan. Data yang akurat dan relevan diperlukan untuk menjadi dasar dalam analisis kebijakan strategis.

Lebih lanjut, Tur Wahyu menegaskan bahwa desa saat ini tidak lagi hanya berperan sebagai objek pembangunan, tetapi telah menjadi subjek atau pelaku pembangunan.

Pemerintah desa kini memiliki peran penting dalam menyusun perencanaan sehingga membutuhkan data berkualitas sebagai dasar analisis untuk merumuskan masalah dan menentukan strategi kebijakan.

“Oleh sebab itu, perencanaan berbasis data adalah prinsip utama yang harus dilakukan oleh pemerintah desa,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Tur Wahyu mengungkapkan harapannya agar sosialisasi Desa Cantik dan Indikator Kemiskinan dapat berjalan lancar.

Dengan demikian, target penyediaan data yang akurat pada tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dapat tercapai untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan. (Adv)