Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Pemkab Kukar Dorong Ekosistem Pangan Aman Berbasis Masyarakat

10
×

Pemkab Kukar Dorong Ekosistem Pangan Aman Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat di acara advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Bupati Kukar. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya ketahanan pangan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang digelar di Pendopo Bupati Kukar baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang menekankan pentingnya keterkaitan antara kesehatan dan produktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika masyarakat sehat, produktivitas akan meningkat. Dari situ, dampaknya juga akan terasa pada kondisi ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pangan yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman dari sisi pengolahan hingga distribusinya sampai ke rumah tangga. Hal ini menjadi fondasi dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik.

Namun demikian, Aulia mengingatkan bahwa upaya menciptakan sistem pangan aman tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar program yang dijalankan dapat berjalan optimal.

“Ini harus dikerjakan bersama. Tidak bisa hanya satu pihak yang bergerak,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program akan terlihat ketika pola konsumsi masyarakat berubah menjadi lebih sehat secara alami, tanpa harus terus didorong melalui kegiatan formal.

“Kalau sudah menjadi kebiasaan, masyarakat akan menjalankannya dengan kesadaran sendiri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kukar mengintegrasikan empat program utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman. Keempatnya dirancang untuk saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Aulia juga menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan program tersebut.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terlibat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, ukuran keberhasilan program bukan hanya dari proses pelaksanaan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang terpenting adalah manfaatnya. Masyarakat harus benar-benar merasakan perubahan dari program ini,” pungkasnya. (Rob/Pii)