Kutai Timur –Di balik barisan seragam cokelat yang setiap hari terlihat di persimpangan jalan, kawasan fasilitas umum, hingga area pelayanan masyarakat, terdapat dedikasi besar yang terus dijaga oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur. Meski jumlah personel belum sepenuhnya ideal, semangat mereka dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan aturan daerah tidak pernah surut.
Kepala Satpol PP Kutai Timur, Fata Hidayat, menjelaskan bahwa seluruh personel yang ada saat ini benar-benar dioptimalkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
Menurutnya, kebutuhan sumber daya manusia berpengaruh langsung terhadap efektivitas tugas lapangan, mulai dari penertiban kawasan publik hingga penegakan berbagai kebijakan daerah.
“Satpol PP memaksimalkan seluruh personel yang tersedia. Kami berharap pada tahun 2026 alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan gaji tenaga outsourcing sehingga tidak perlu dilakukan pengurangan,” ujar Fata.
Ia menekankan bahwa keberadaan tenaga outsourcing selama ini sangat membantu operasional. Mereka berperan dalam berbagai kegiatan teknis di lapangan, termasuk patroli, pengamanan kegiatan pemerintah, dan penanganan gangguan ketertiban. Karena itu, pemenuhan hak-hak mereka menjadi salah satu prioritas agar kualitas pelayanan tetap terjaga di tengah kondisi anggaran yang terbatas.
Fata menyebutkan bahwa upaya efisiensi tidak boleh diartikan sebagai pelemahan pelayanan. Justru dengan pengelolaan yang lebih terukur, Satpol PP berusaha tetap responsif terhadap setiap dinamika di lapangan.
Ia optimis bahwa dukungan pemerintah daerah akan semakin menguat pada tahun-tahun mendatang sehingga kebutuhan dasar organisasi, terutama terkait kesejahteraan personel, dapat terpenuhi.
Dengan semangat kolektif dan dukungan anggaran yang diharapkan meningkat, Satpol PP Kutai Timur berkomitmen untuk terus hadir menjaga stabilitas, ketertiban, dan keamanan masyarakat secara profesional, humanis, dan berkelanjutan.(SH/ADV)












