Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Feature

Harapan Guru Kaubun Untuk Pemerintah, Agar Pendidikan Wajib Diprioritaskan

254
×

Harapan Guru Kaubun Untuk Pemerintah, Agar Pendidikan Wajib Diprioritaskan

Sebarkan artikel ini
Guru SDN 003 Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Siti Juleha. (Dok:Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kutim – Suasana pagi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) itu tampak sama seperti hari-hari biasanya.

Anak-anak tampak berlarian di halaman sekolah, suara riang mereka berbaur dengan langkah para guru yang memulai rutinitas.

Bagi Siti Juleha, seorang guru muda di SDN 003 Kecamatan Kaubun itu merasakan, momentum Hari Guru Nasional tahun ini terasa berbeda. Ada ruang refleksi yang lebih dalam, dan harapan yang ingin ia sampaikan bagi pemerintah daerah maupun pusat.

Dalam ruang kelas yang sederhana, dindingnya dipenuhi gambar karya siswa, Juleha duduk sambil merapikan buku pelajaran. Suaranya terdengar bersendu ketika berbicara tentang profesi yang telah ia geluti bertahun-tahun ini.

“Momentum Hari Guru ini mengingatkan kita bahwa dunia pendidikan Indonesia harus semakin maju. Dari sini, terciptalah generasi-generasi penerus yang akan membanggakan negara kita, dan terutama bagi kami, guru-guru Indonesia,” ucap Juleha pelan, saat dihubungi Timeskaltim.com, Selasa (25/11/2025).

Baginya, menjadi guru bukan sekadar mengajar. Ia percaya setiap kata, gestur, dan kesabaran adalah benih bagi masa depan. Karena itu, ia selalu menekankan niat tulus setiap kali berjalan menuju kelas.

“Semoga dalam memberikan ilmu kepada para siswa, para murid, kepada semua anak-anak di Indonesia, guru-guru selalu dilandasi niat yang tulus, untuk menjadikan anak-anak kita senagai penerus bangsa,” kata Juleha.

Namun, dibalik kehangatan itu, Juleha tidak menutupi berbagai tantangan yang kerap dialami sekolah-sekolah di daerah. Mulai dari kekurangan guru, minimnya fasilitas, dan sarana belajar yang belum memadai sering kali menjadi batu sandungan dalam proses mengajar.

Ketika diwawancara oleh media ini, harapannya untuk pemerintah. Juleha seperti menarik napas panjang, sebelum kemudian memberikan jawabanya.

“Harapan saya, semoga pemerintah lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang kekurangan guru atau fasilitas pendidikan. Kami ingin guru lebih nyaman dan leluasa dalam memberikan pelajaran,” ungkapnya Sendu.

Juleha juga menuturkan, hingga kini masih banyak sekolah yang kekurangan ruang belajar, fasilitas internet, bahkan lapangan bermain siswa dikala waktu istirahat tiba.

“Karena sejauh ini, masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan ruang kelas, fasilitas internet, kekurangan lampu atau penerangan. Itu sangat berpengaruh pada proses belajar,” ujarnya lagi.

Baginya, harapan ini bukan keluhan, melainkan suara dari lapangan yang ingin memastikan, tidak ada lagi anak Indonesia yang belajar namun berpacu dengan keterbatasan.

Diterpa dengan segala kekurangan, Julega tetap datang setiap pagi dengan semangat yang sama. Dirinya percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang fasilitas, tetapi ada sebuah ketulusan para guru yang terus berdiri tanpa pamrih.

Dimomentum Hari Guru Nasional ini, suara Situ Juleha menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak datang begitu saja.

Ada perjuangan panjang di dalamnya, dari ruang-ruang kelas yang jauh dari pusat kota, serta dari guru-guru yang setia menjaga cahaya ilmu tetap menyala. (Has/Wan)