Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

DPRD Kaltim Desak Pemprov Cari Solusi Konkret untuk Operasional RSI Samarinda

205
×

DPRD Kaltim Desak Pemprov Cari Solusi Konkret untuk Operasional RSI Samarinda

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim segera mengambil langkah tegas terkait kelanjutan operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda. Dorongan ini muncul karena kebutuhan layanan kesehatan di ibu kota provinsi dinilai masih jauh dari standar ideal.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan saat ini Samarinda hanya memiliki sekitar 1.500 tempat tidur rumah sakit. Jumlah itu masih jauh di bawah ketentuan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan minimal 4.500 tempat tidur.

“RSI masih sangat diperlukan. Kita harus mencari solusi konkret dan mempertemukan seluruh pihak terkait,” kata Andi belum lama ini.

Menurutnya, keberadaan RSI sangat strategis untuk menjawab kekurangan fasilitas kesehatan di Samarinda. Apalagi rumah sakit tersebut telah lama menjadi salah satu rujukan utama masyarakat sejak berdiri puluhan tahun lalu.

Andi menegaskan, permasalahan operasional RSI bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera bergerak cepat mencari jalan keluar.

Ia menilai, kunci penyelesaian persoalan terletak pada komunikasi yang baik antara Pemprov Kaltim, DPRD, dan Yayasan RSI (YARSI) selaku pengelola. Pertemuan resmi yang melibatkan semua pihak disebutnya sebagai langkah awal yang wajib ditempuh.

“Kita bicara soal kesehatan warga. Jadi tidak ada alasan untuk menunda. Semua pihak harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik,” tegasnya. (Adv/Rob/Bey)