Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Politik

Tembus 56.1 Persen di Real Count, Rudy-Seno Klaim Kemenangan Pilgub Kaltim 2024

393
×

Tembus 56.1 Persen di Real Count, Rudy-Seno Klaim Kemenangan Pilgub Kaltim 2024

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers paslon nomor urut 02, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, di Kantor DPD Golkar Kaltim, Rabu (27/11/2024) malam. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 02, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, mendeklarasikan kemenangannya dalam Pilgub Kaltim.

Deklarasi ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor DPD Golkar Kaltim pada Rabu (27/11/2024) malam, setelah hasil real count internal pukul 21.08 Wita menunjukkan mereka meraih 56.1 persen suara atau sebanyak 643.272 suara dari setiap Kabupaten Kota.

Rudy Mas’ud menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung perjuangan mereka dalam pemilu ini. Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan masyarakat akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Insyaallah, amanah ini kami emban dengan seadil-adilnya, tidak hanya di hadapan rakyat Kaltim tetapi juga di hadapan Tuhan yang Maha Esa,” ujar Rudy, Rabu (27/11/2024).

Seno Aji, sebagai calon Wakil Gubernur, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memantau hasil quick count dan real count yang menunjukkan angka kemenangan stabil.

“Hasil real count sudah mendekati 95 persen, bahkan hampir 100 persen. Jika ada perubahan, selisihnya kecil dengan margin error sekitar 1-3 persen,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya masih akan tetap menunggu hasil akhir real count dari KPU dalam dua hari ke depan.

Pasangan ini juga menegaskan bahwa program unggulan mereka, Gratispol dan Gaspol, yang telah mendapat respons positif dari masyarakat, akan segera dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Program ini menjadi komitmen utama kami untuk membawa perubahan nyata bagi Kaltim. Semoga setelah dilantik, kami bisa merealisasikan janji-janji ini untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya dengan optimis.

Deklarasi ini dianggap sebagai langkah awal menuju perubahan besar di Kaltim, seiring dengan harapan masyarakat untuk pemerintahan yang lebih progresif dan inklusif.