Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Kesbangpol Berau dan Mahasiswa KKN Unmul. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau bersama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) asal Universitas Mulawarman (Unmul) sukses menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Kampung Sei Bebanir Bangun, pada Kamis (8/8/2024) lalu.
Diketahui, FGD yang dihelat merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam rangka Edukasi Politik dan Hukum serta Pengarusutamaan Gender Jelang Pilkada Serentak 2024.
Kegiatan yang bertempat di Gedung Basussuian Kampung Sei Bebanir Bangun itu, terlihat berhasil menggaet ratusan audiens asal sekolah menengah atas (SMA), TP PKK, hingga masyarakat.
Tentu saja dengan menghadirkan narasumber keren dan inspiratif yaitu Ibu Dr. Ir. Elvyani NH Gaffar selaku Dosen UNTAG Samarinda, Ibu Dr. Suryaningsi selaku Dosen Universitas Mulawarman, dan Bapak Saharuddin selaku Komisioner KPU Berau.
Berawal dari keresahan akibat bertebarannya money politics menjelang pesta demokrasi, Arief Fadillah seorang mahasiswa dari Unmul mengatakan jika kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang politik maupun hukum.
Tak hanya itu, mereka juga memfokuskan pemahaman terhadap kaum perempuan. Sebab, pengarusutamaan gender erat kaitannya dengan perempuan yang tak dianggap mampu berpolitik. Sehingga ia ingin para perempuan juga bisa, setara, dan berdaya di negeri sendiri.
“Niatnya ya ingin meminimalisir money politics di Kabupaten Berau. Kita ingin berikan edukasi terkait pengarusutamaan gender bahwa perempuan itu setara dan berdaya,” ujarnya, baru-baru ini.
Selain kedua alasan tersebut, dirinya berharap kegiatan yang telah terlaksana ini dapat mengamalkan nilai dari Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada Masyarakat.
Disisi lain, Suryaningsi selaku Kepala Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan di LP2M Unmul menyatakan jika, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Bahkan, lanjutnya, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peran perempuan dalam politik, ketrampilan tentang kepemimpinan, hingga kesadaran kritis terhadap pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan serta responsif gender.
Menurutnya, edukasi terhadap perempuan adalah upaya perempuan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya, agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Perempuan harus mampu berperan dan memecahkan masalah. Karena itulah perempuan seharusnya sadar betapa pentingnya politik itu dalam pembangunan bangsa dan negara,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol, Arianus, menyampaikan bahwa, kegiatan ini penting demi meningkatkan partisipasi perempuan dan pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah.
Banyak tantangan maupun hambatan yang harus diidentifikasi oleh perempuan terlebih bagi mereka pemilih pemula. Sehingga, setelah kegiatan ini, peserta khususnya yang perempuan dapat terpahamkan dan mengerti terkait hak-hak perempuan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.
“Harapannya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan guna memberikan edukasi tentang politik karena pada dasarnya badan kesbangpol juga berkewajiban untuk menjadi penyuluh memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya politik dalam kehidupan bernegara,” tutupnya. (Bey)












