Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Samarinda Jadi Penyumbang Angka Kematian Ibu dan Bayi Tertinggi, Komisi IV Bakal Panggil Dinkes

611
×

Samarinda Jadi Penyumbang Angka Kematian Ibu dan Bayi Tertinggi, Komisi IV Bakal Panggil Dinkes

Sebarkan artikel ini

Ibu dan Anak di Samarinda. (Ilustrasi)

Timeskaltim.com, Samarinda – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), angka kematian ibu dan bayi naik menjadi 73 korban jiwa per tahunnya. Kasus tersebut secara merata dirasakan oleh seluruh kabupaten/kota se-Kaltim.

Angka kematian tertinggi adalah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 24 kasus dan Kota Samarinda berjumlah 20 kasus, sementara di daerah lainnya di bawah 5 kasus.

Menurut Dinkes, peristiwa meninggalnya ibu dan bayi disebabkan beberapa hal diantaranya karena terlambat dalam penanganan dan terlambat dalam diagnosa.

Menanggapi Hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor akan melakukan hearing dengan pihak terkait, dalam penanganan kesehatan dan persalinan Kota Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor. (Iswan Syarif/Times kaltim)

“Kita akan panggil para pihak terkait, untuk melakukan hearing mengenai yang masalah ibu dan bayi. Artinya kita akan membahas persoalan bagaimana kita bisa meminimalisir kematian ibu dan bayi ini agar tidak semakin meningkat khususnya di Kota Samarinda,” ucapnya kepada media Timeskaltim.com, Selasa (21/2/2023).

Politisi Golkar Ini juga mengaitkan, tentang mencegah stunting yang terjadi kepada anak-anak yang ada di Samarinda. Karena itu, Ia tidak ingin angka stunting ini juga meningkat seperti angka kematian ibu dan bayi.

“Ini Juga, jangan sampai ketika anak itu sudah lahir dengan normal, malah terkena stunting. Pertumbuhan anak kurang sehat, hanya karena kurang vitamin, tentu itu sangat sayang sekali. Anak-anak harus diperhatikan apalagi mereka generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)