Timeskaltim.com, Jakarta – Estafet kepemimpinan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi resmi berganti. Namun, masa jabatan Brigjen Pol Yuldi Yusman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi meninggalkan catatan prestasi yang sulit ditandingi.
Sejak menakhodai instansi ini pada 23 April 2025, Imigrasi berhasil mencetak rekor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah.
Hingga Desember 2025, pundi-pundi negara dari sektor keimigrasian menembus angka fantastis Rp 10,4 triliun.
Capaian tersebut melampaui target tahunan sebesar 155 persen, atau melonjak 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh masifnya layanan publik, di antaranya penerbitan 4 juta paspor serta 7,5 juta visa di seluruh Indonesia.
“Seluruh capaian ini merupakan buah kerja keras dan kolaborasi insan Imigrasi. Saya berharap fondasi yang telah dibangun ini terus diperkuat agar Imigrasi semakin profesional dan adaptif ke depannya,” ungkap Yuldi Yusman saat seremoni serah terima jabatan, Rabu (1/4/2026) kemarin.
Ketajaman Yuldi tak hanya terlihat di sektor penerimaan negara. Di bawah komandonya, fungsi pengawasan diprioritaskan.
Tercatat, 16.006 tindakan administratif keimigrasian (TAK) berhasil dieksekusi, serta 136 perkara pidana keimigrasian diseret ke meja hijau sepanjang 2025.
Salah satu gebrakan besarnya adalah Operasi Wira Waspada yang digelar serentak se-Indonesia. Operasi ini sukses menyisir penyalahgunaan izin tinggal hingga masuknya warga negara asing (WNA) secara ilegal.
Pengawasan ini kian presisi berkat dukungan teknologi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) dan penguatan Desa Binaan Imigrasi di berbagai daerah.
“Penegakan hukum adalah pilar penjaga kedaulatan. Kami memastikan setiap WNA di tanah air wajib patuh pada hukum yang berlaku,” tegas jenderal bintang satu tersebut.
Transformasi Digital “All Indonesia”
Warisan lain yang tak kalah mentereng adalah modernisasi layanan.
Yuldi menghadirkan aplikasi All Indonesia, sistem digital terintegrasi yang menyatukan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu genggaman.
Selain itu, lahir pula kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI) yang memberikan izin tinggal tetap bagi diaspora atau warga asing dengan keterikatan historis pada Indonesia.
Di sisi infrastruktur, standar pelayanan kian transparan dengan penggunaan autogate dan body camerabagi petugas lapangan. Guna mendekatkan diri ke masyarakat, jangkauan layanan pun diperluas dengan penambahan 18 kantor imigrasi baru, sehingga kini total terdapat 151 kantor imigrasi di seluruh pelosok negeri.
Yuldi Yusman resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Hendarsam Marantoko dengan meninggalkan institusi yang jauh lebih kuat, modern, dan berkontribusi nyata bagi kas negara. (adv)










