Ketua Bapemperda DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Dok/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Proyek Pembangunan Terowongan di Gunung Manggah menghabiskan anggaran kurang lebih 395 Miliar dan ditargetkan rampung selama 18 bulan setelah peletakan batu pertama.
Proyek tersebut, satu diantaranya bertujuan untuk mengurai kemacetan di Jalan Oto Iskandar Dinata, Sungai Dama dan juga memudahkan akses untuk menuju Jalan Tol dan Ibu Kota Negara (IKN) nantinya.
Hal tersebut turut ditanggapi oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra. Ia mempertanyakan kenapa semenjak peletakan batu pertama belum terlihat pembangunan sedikit pun.
“Dari dinas PU melaporkan dari 83 miliar anggaran yang direncanakan itu sudah terealisasi sebesar 61 Miliar atau 68 persen. Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang, jika dilihat di lapangan itu tidak ada sama sekali kegiatan di situ, bahkan saya bilang satu sak semen pun tidak ada,” ucapnya, Rabu (26/4/2023) siang.
Kemudian, Samri mengungkapkan jika anggaran 61 Miliar itu digunakan untuk semenisasi jalan, pastinya banyak jalan di Samarinda yang sudah mendapatkan semenisasi.
“Jelas kemudian jadi pertanyaan besar uang 61 miliar bukan uang sedikit loh, kalau kita bikin semenisasi itu berapa ratus semenisasi yang kita dapatkan dari 61 miliar itu,” ujarnya.
Dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, mengenai peruntukan dari 61 Miliar yang dilaporkan bahwa sudah terealisasi.
Maka pihak Komisi III DRPD Samarinda akan terus mendalami laporan-laporan mengenai proyek terowongan, sehingga anggaran yang telah diluncurkan itu bisa sesuai dengan yang diharapkan.
“Jawaban dari dinas PU di antaranya untuk uang muka dan pembuatan bricket. Katanya itu dibuat di gudang nya kontraktor itu, nah kita belum tau ini bentuk nya seperti apa, dan kita juga belum melihat dilapangan,” katanya.
“Dan kami akan mendalami laporan tersebut, memang kalau dibanding kan dari 395 Miliar dengan tersalurkan 61 miliar itu baru berapa persen. Tapi itu juga kalau sudah di angka 61 miliar kemudian di lapangan belum ada kegiatan, itu menurut kami aneh aja,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












