Elfrida Sentyana Siburian, Winner Duta Peduli Sejarah Indonesia. (Ist.)
Timeskaltim.com, Samarinda – Elfrida Sentyana Siburian, pemuda berbakat asal Kalimantan Timur, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar Winner Duta Peduli Sejarah Indonesia 2024.
Berawal dari iseng dan tak punya kesibukan usai lulus dari bangku perkuliahan, dirinya nekat mengambil berkas dan mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta Duta Peduli Sejarah Indonesia.
“Saya awalnya hanya gabut dan baru lulus kuliah. Saat melihat ada pembukaan pendaftaran, saya mendaftar melalui link yang tersedia. Keesokan harinya, saya kaget saat melihat nama saya masuk dalam daftar peserta,” ujar Elfrida Sentyana, kepada Timeskaltim.com, Senin (26/8/2024).
Baginya, kesempatan ini merupakan pengalaman sekaligus tantangan yang menarik. Sebab, perempuan kelahiran tanah Sumatera itu harus belajar dan memahami kembali sejarah yang ada di Benua Etam.
Dibalik pencapaian ini, tersimpan kisah perjuangan yang penuh dedikasi untuk Kaltim. Saat itu, Elfrida harus menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal finansial.
Diketahui, grand final Duta Peduli Sejarah Indonesia dihelat di Kota Solo, Jawa Tengah. Namun, tak banyak bantu tangan dan kepedulian hadir dari pemerintah Provinsi Kaltim dalam mewujudkan mimpi wanita yang juga berprofesi sebagai jurnalis muda itu.
“Saya mencoba mencari dukungan dana dengan mengajukan proposal ke Pemrov Kaltim, Dispora, dan Dispar Kaltim. Sayangnya, tidak ada bantuan yang diberikan,” keluhnya.
Setelah proses yang cukup panjang, beberapa pihak akhirnya mengulurkan bantuan pendanaan. Meski tak seberapa dan hanya untuk biaya lisensi, dirinya tetap merasa bersyukur atas adanya bantuan dari Disdikbud Kaltim, Komisi IV DPRD Kaltim, dan Mantan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi atas kepeduliannya terhadap potensi anak muda.
Meskipun sempat dibuat kecewa dan dihadapkan dengan berbagai tantangan, Elfrida merasa sangat bangga atas prestasi yang telah dicapainya.
“Perasaan saya tentu bangga dan senang karena bisa dapat penghargaan yang tidak pernah aku pikirkan dan impikan dulu. Tentunya juga tidak mau mengecewakan orang yang sudah dukung aku sejauh ini, jadi ya bahagia banget,” ungkapnya.
Terakhir, ia mengatakan bahwa saat ini Kaltim berhasil menambah satu torehan prestasi di ajang nasional. Oleh sebab itu, ia berharap kepada pemerintah, agar dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan anak muda guna melestarikan sejarah dan budaya Indonesia.
“Saya harap pemerintah melek akan pentingnya pelestarian sejarah. Anak muda khususnya Kaltim mampu melestarikan sejarah. Jadikan kemenangan ini bukan hanya sekadar formalitas belaka, tetapi juga sebagai aksi nyata untuk para pemuda,” tuturnya.
Pada grand final tanggal 24 di Solo, Elfrida berhasil meraih gelar Winner. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga sebuah bukti bahwa generasi muda Kaltim mampu menjadi agen perubahan yang menghargai sejarah dan budaya bangsa. (Bey)












