Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kabupaten PPU

Sariman Dorong Swakelola untuk Percepatan Pembangunan Jalan Usaha Tani di Sepaku

527
×

Sariman Dorong Swakelola untuk Percepatan Pembangunan Jalan Usaha Tani di Sepaku

Sebarkan artikel ini
Sariman, Anggota DPRD PPU.

Timeskaltim.com, PPU – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sariman, mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur di Kecamatan Sepaku, terutama pada proyek jalan usaha tani.

Ia menyoroti bahwa perizinan yang harus melalui otorita Ibu Kota Negara (IKN) sering menjadi hambatan utama dalam merealisasikan kebutuhan masyarakat.

“Untuk membangun infrastruktur fisik di Sepaku, harus mendapat persetujuan dari otorita IKN terlebih dahulu. Proses ini sering memperlambat pelaksanaan, padahal kebutuhan masyarakat sudah mendesak,” ujar Sariman, Senin (18/11/2024).

Sariman menjelaskan, sebagian besar anggaran dan perhatian otorita saat ini difokuskan pada pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sehingga proyek-proyek di luar KIPP, seperti jalan usaha tani, kerap terabaikan.

“Karena KIPP membutuhkan anggaran yang sangat besar, sulit mengharapkan otorita memprioritaskan jalan usaha tani. Maka, perlu ada solusi lain untuk membangun infrastruktur di Sepaku yang masih menjadi bagian dari Kabupaten PPU,” lanjutnya.

Ia mengusulkan agar pembangunan jalan usaha tani dilakukan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di tingkat kecamatan. Menurutnya, pendekatan ini lebih efisien dibandingkan penggunaan kontraktor besar.

“Sebagian jalan usaha tani sebenarnya sudah ada, tetapi kondisinya rusak karena kurang pengerasan dan perawatan. Dengan anggaran swakelola, Dinas PU bisa membeli material, mengerjakan perawatan sendiri, dan memastikan kualitas jalan tanpa melalui kontraktor,” jelas Sariman.

Ia juga menyoroti kurangnya fasilitas pendukung, seperti kanalisasi air dan gorong-gorong, yang menyebabkan jalan mudah rusak. Sariman menyarankan agar tenaga kerja lokal diberdayakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur ini.

“Tenaga lokal bisa membuat gorong-gorong dengan lebih hemat, sementara material bisa diatur agar lebih efisien. Hanya proyek-proyek besar seperti pengaspalan atau rigid beton yang memerlukan keahlian kontraktor,” tambahnya.

Sariman berharap solusi swakelola ini dapat mempercepat pembangunan jalan usaha tani di Sepaku, sehingga masyarakat, terutama petani, segera merasakan manfaatnya.

“Dengan swakelola, proses pembangunan menjadi lebih cepat dan hemat biaya, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)