
TimesKaltim.com, Samarinda – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Mulawarman sukses menggelar diskusi publik bertemakan “Nilai Kepahlawanan Sebagai Refleksi Pergerakan” bertempat di Gedung HUB Unmul, Rabu (10/11/2021) malam.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November dan merupakan rangkaian dari agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Komisariat Unmul.
Diskusi publik ini pun menghadirkan tiga pemateri, yakni KH. Silahuddin Abunur selaku Ketua DPW Jatmi Kaltim, DR. Jamil selaku akademisi FKIP Unmul dan Sainuddin selaku Ketua PKC PMII Kaltimra
Disampaikan Ketua Komisariat PMII Unmul Ahmad Naelul Abrori, bahwa dengan terselenggaranya diskusi publik ini, para kader-kader PMII Komisariat Unmul diharapkan mampu merefleksikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini rangkaian agenda PKD Unmul sekaligus menyambut momentum hari pahlawan, maka dari itu kami gelar diskusi ini sebagai refleksi bagi para kader PMII,” ungkap Abrori.
Kegiatan PKD Unmul sendiri telah dilaksanakan sejak 6 – 14 November mendatang dan dibagi menjadi tiga tahapan, yakni tahap screening bertempat di SMK Pemuda Samarinda, Pembukaan sekaligus Diskusi Publik di Gedung HUB Unmul dan acara inti yakni prosesi PKD yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al – Adnan Tegal Rejo Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.
“PKD ini sendiri merupakan tahapan kedua dari sistem kaderisasi yang ada di PMII, Dimana pada tahap ini akan diberikan pematangan terkait ideologi dan arah gerak PMII yang berlandaskan Ahlussunah wal jamaah,” papar Abrori yang juga Mahasiswa Fakultas Hukum ini.
Tak hanya diikuti oleh kader PMII Unmul, peserta PKD berasal dari berbagai lintas Komisariat PMII di Samarinda, seperti UNU Kaltim, UIN Samarinda dan STAI Al-Azhar serta Komisariat Buya Hamka UMKT. Abrori berharap PKD kali ini akan memicu proses dialektika antar peserta karena datang dari berbagai kampus yang memiliki gagasannya masing-masing.
“Harapannya kader-kader yang telah mengikuti PKD baik secara pikiran dan gerakan bisa benar-benar merasuki nilai-nilai Ahlussunah wal jamaah an-nahdliyah,” terang Abrori.
PMII sendiri merupakan organisasi kemahasiswaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) yang berideologikan Ahlussunah wal jamaah. Dengan tujuan membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. (Aji)












