Salehuddin Harapkan Tak Ada Desa Tertinggal Di Kaltim

Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin terus berupaya mengentaskan permasalahan rakyat melalui pembangunan desanya. Terbukti, saat ini secara siginifikan, jumlah desa-desa berstatus sangat tertinggal kian menurun. Hal tersebut membuat Politisi asal Partai Golkar itu bersyukur.

Lantaran saat ini tidak ada lagi desa-desa yang berstatus sangat tertinggal di daerah Kaltim. Ia menilai, hanya dengan mendorong desa-desa lain yang masih berstatus tertinggal untuk naik level ke desa maju dan mandiri.

“Desa-desa di Kaltim sudah tidak ada lagi yang berstatus sangat tertinggal. Berarti tugas berikutnya adalah mengupayakan agar desa – desa yang masih berstatus tertinggal bisa menjadi desa berkembang, maju, bahkan mandiri,” kata Salehuddin dikonfirmasi media ini, Rabu (23/11/2022) siang.

Dia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam melakukan pembinaan terhadap desa-desa, hingga ada 136 desa berstatus mandiri.  Harapannya jumlah tersebut akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Salehuddin   juga mengimbau kepada Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD)  agar terus mendorong pemerintah desa untuk lebih memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Tujuannya agar ke depan tidak lagi Pemerintah Desa mengandalkan pendapatan dari dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD), karena ada sumber pendapatan  lain yakni pendapatan asli desa (PADes) yang berasal dari keuntungan BUMDes,” ucap Legislator Karang Paci Asal Dapil Kutai Kartanegara (Kukar) ini.

Menurutnya, setiap desa pasti  memiliki potensi. Hal yang mesti didorong adalah setiap desa mesti menonjolkan produk unggulan desa. Misalnya memiliki potensi wisata, Pemerintah Desa bisa menguatkan produk desa wisata.

Sementara berdasarkan data dari DPMPD Provinsi Kaltim yang menyebutkan saat ada 136 desa  yang berstatus mandiri, sementara lainnya  berstatus maju, berkembang, dan tertinggal, dan tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal.

“136 desa tersebut tersebar di enam kabupaten dari tujuh kabupaten di Kaltim,” kata Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Sri Wartini.

Dia  merincikan dari 136 desa mandiri tersebut adalah terdapat 12 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara, 17  desa di Kabupaten Kutai Timur, 32 desa di Kutai Barat, 17 desa di Paser, 47 desa di Kutai Kartanegara, 11 di Kabupaten Berau, sedangkan Kabupaten Mahakam Ulu belum memiliki desa mandiri.(Adv/Wan)