Timeskaltim.com, Kukar – Dalam rangka memperingati hari raya nyepi tahun 2024, masyarakat Desa Kerta Buana di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar pawai Ogoh-ogoh pada Selasa, 10 Maret 2024. Pawai Ogoh-ogoh berlangsung pada sore hari, dimulai pukul 16:00 Wita berlangsung hingga malam hari.
Terlihat ribuan warga, mulai dari lokal hingga luar daerah, memadati pinggir jalan Desa Kertabuana, untuk menyaksikan acara kebudayaan ini. Ditambah lagi, sisi jalan dipenuhi dengan jajakan produk Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM) masyarakat lokal, yang siap untuk memanjakan lidah pengunjung.
Kepala Desa (Kades) Desa Kertabuana, I Dewa Ketuk Basuki, menyatakan, kegiatan pawai ogoh-ogoh 2024 ini merupakan serangkaian dari acara hari raya umat hindu yaitu Nyepi. Pada tahun ini, kegiatan ini terbilang yang paling ramai pengunjung dan yang paling banyak patung ogoh-ogoh yang diarak keliling desa dengan rute perjalanan 3 KM.
“Tercatat ada ribuan pengunjung, yang datang dan melihat acara kebudayaan ogoh-ogoh ini, dan tahun 2024 ini patung yang kami arak terbilang cukup banyak, ada 6 patung ogoh-ogoh yang kami arak keliling kampung,” jelasnya Kades Kertabuana pada saat diwawancarai wartawan Timeskaltim.com.
Dirinya juga mengungkapkan, Desa Kertabuana ini dinobatkan Kementrian Agama (Kemenag) sebagai Desa Sadar Kerukunan dan Keagamaan. Desa Kertabuana ini sangat majemuk, ada 19 suku. Kami dijuliki sebagai Kampung Pancasila asal Kukar.
“Jadi kami memiliki Forum Kerukunan Umat beragama, jadi setiap kegiatan ibadah dan keagamaan selalu kami support dan fasilitasi,” jelasnya
Terkahir dirinya mengatakan, banyak sekali hal dan dampak positif, dengan adanya acara seperti ini, dapat menunjang pertumbuhan ekonomi UMKM masyarakat lokal, serta memberikan edukasi terhadap anak anak muda guna menunjukkan nilai-nilai kebudayaan.
“Kegiatan seperti ini sangat bangak sekali dampak positif mulai dari UMKM lokal terbantu, hingga memberikan pemahaman kebudayaan terhadap orang diluar dari agama hindu,” tandasnya
Disisi lain, Dr. I Komang Widyana Ketua Pariwisata Hindu Dharma Indonesia Desa Kerta Buana, memaparkan prosesi serta makna dari pawai ogoh-ogoh.
“Ogoh-ogoh itu, simbol dari hal-hal yang tidak baik atau jelek, harus di jauhkan atau dimusnahkan agar muncul sesuatu yg baik harmonis dan sejahtera,” jelasnya.
I Komang menambahkan, melalui perayaan Hari Nyepi Tahun 2024 ini, dapat membangun semangat baru, yang diawali dengan hal yang suci.
“Kami sebagai umat hindu, mengenal styan siwan sundara, bagaimana membangun hubungan harmonis tidak hanya kepada tuhan melainkan ke sesama manusia. Oleh karena itu, kami sebagai kaum minoritas kami akan terus menjaga kebaikan agar terciptanya kerukukan dan kebersamaaan dan menciptakan sesuatu yang indah,” pungkasnya. (ADV/KominfoKukar/Rob/Wan)












