Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Rendi Solihin Sebut Kebaradaan Buah Lai Simboik Keberadaan Loa Janan

251
×

Rendi Solihin Sebut Kebaradaan Buah Lai Simboik Keberadaan Loa Janan

Sebarkan artikel ini

Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin.(Dok)

Timeskaltim.com, Kukar – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyaambangi Desa Wisata Benua Lai atau yang akrab disebut Dewi Belai. Desa wisata ini terletak di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan.

Rendi mengatakan bahwa keberadaan buah lai sebagai simbol Kecamatan Loa Janan harus diangkat menjadi kearifan lokal yang mampu menarik minat wisatawan. Apalagi pada Minggu, (9/6/2023) nanti akan diselenggarakan Festival Buah Lai. Gelaran ini diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Loa Janan.

“Ini festival yang dilakukan pertama kali dan jika berhasil tahun depan memungkinkan untuk memecahkan rekor MURI,” kata Rendi Solihin pada Senin, 4 Juli mendatang.

Kecamatan Loa Janan adalah salah satu wilayah yang berpotensi besar mengembangkan buah lai di Kutai Kartanegara, kata Rendi. Salah satunya yang dimiliki objek wisata agrobisnis Dewi Belai yang sudah ada selama 30 tahun. Mereka telah memiliki kebun seluas 10 hektare dengan 300 pohon lainnya. 

Dikonfirmasi setelah Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid mengaku ingin mempertahankan keberadaan buah lai sebagai ciri khas desanya. Keinginannya itu bukan tanpa alasan, wilayah Loa Janan khususnya Desa Batuah kini dikepung oleh tambang.

Menurutnya, keberadaan Desa Wisata Buah Lai di Desa Batuah akan mampu mempertahankan kelestarian buah asli Kalimantan tersebut.

“Kalau tidak membuat desa wisata, kita akan sulit mempertahankan kelestarian buah ini,” kata Rasyid.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya pun telah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memuluskan akses jalan wisata. Usulan ini langsung mendapat respon positif.(Adv/Kominfokukar/Wan)