Pustakawan di Indonesia Akan Menghadapi Tantangan di Masa Depan

Peserta Kongres IPI XV Berfoto Bersama.(ISTIMEWA)

Timeskaltim.com, Surabaya – Pustakawan akan menghadapi tantangan di masa depan, mengingat pada era disrupsi menuntut pustakawan menjadi mentor, fasilitator, motivator, serta menginspirasi untuk mengembangkan imajinasi kreativitas yang dibutuhkan oleh masyarakat melalui informasi.

Hal ini disampaikan oleh Syamsul Bahri selalu Ketua Umum Pengurus Pusat IPI periode 2018-2021 pada saat membuka acara Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional di Kota Surabaya pada 1 November 2022.

“Pustakawan harus berperan dalam meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat saat ini seperti berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan membangun kerja sama dalam memecahkan masalah,”ungkap Syamsul.

Syamsul menyatakan, pustakawan harus memiliki kemampuan menggabungkan koleksi digital dan tercetak, kemampuan mengakses informasi dengan berbagai format, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui media yang telah berkembang pesat.

Kongres XV IPI ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando. Ia menyatakan perpustakaan harus beralih ke digitalisasi.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, perpustakaan harus bertransformasi dari manual ke digital. Karena ini eranya digitral,”katanya.

Salah satu perwujudan pengalihan pelayanan perpurstakaan ke digital, yakni dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Salah satu kegiatan yang masuk dalam program tersebut ialah Perpusnas akan melaksanakan Gemilang Perpustakaan Nasional dan Peer Learning Meeting Nasional.(adv/FD/DPK Kaltim100)