Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting. (Dok/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Program Probebaya yang merupakan singkatan dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat yang kemudian direalisasikan dalam bentuk alokasi anggaran sebesar Rp100 juta sampai Rp300 juta tiap Rukun Tetangga (RT) dalam setahun.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting turut mengomentari program unggulan Walikota Andi Harun tersebut. Joni mengatakan, program tersebut masih kurang efektif untuk masyarakat.
“Setiap RT mendapatkan 100 juta per RT. Itu terbagi 20 persen pendidikan, 10 persen kesehatan, 70 persen pembangunan. Pada kenyataannya, selama ini kalau kita liat terutama di dapil saya sungai pinang dan samarinda utara itu banyak sekali lampu, tetapi dia tidak melihat di situ ternyata banyak stunting, gizi buruk yang ada pada masyarakat,” ucapnya.
Menurut Politisi Demokrat ini, kecukupan gizi dan pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus diprioritaskan. Karena, itu akan berpengaruh bagi Kota Samarinda.
Kemudian, ia juga melihat bahwa ada kejanggalan atas apa yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) kepada setiap RT. Yang menurutnya harganya tidak sesuai dengan kualitas barangnya.
“Mereka juga banyak dikasihkan alat pemotong rumput, yang harga nya tidak sesuai, mereka tinggal terima barang dan terima harga. Itu permainan apa?, ini kan kebocoran yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.
Di sisi lain juga, Legislator Basuki Rahmat ini meminta untuk Pemkot Samarinda lebih transparan mengenai pengeluaran atau pembelajaan yang digunakan oleh pegawai atau instansi pemerintahan Samarinda.
“Transpran apa transparan, nggak saya bilang. Pada saat kita ketemu rapat dengan BPKAD itu saya tanya, berapa sih gaji tim TWAP? Karena apa, itu berhubungan dengan LKPJ kemarin. Apa yang tertulis dilaporan LKPJ, belanja pegawai kita itu sekitar 980 Miliar,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












