Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & PeristiwaKukarNews

Pria Di Tenggarong Ditemukan Tewas Tergantung Di Ventilasi Rumah

419
×

Pria Di Tenggarong Ditemukan Tewas Tergantung Di Ventilasi Rumah

Sebarkan artikel ini

Korban ditemukan tak bernyawa tergantung di ventilasi pintu bangsalan. Kejadian perkara di RT 73 Gang Barokah, Jalan Gunung Belah, Tenggarong.(Ist)

Timeskaltim.com, Kukar – Pria di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), berinsial SO ditemukan tak bernyawa tergantung di ventilasi pintu bangsalan. Kejadian perkara di RT 73 Gang Barokah, Jalan Gunung Belah, Tenggarong, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 02.00 Wita dinihari. Ketika diketahui oleh teman sejawatnya sekitar pukul 06.00 Wita.

Saat dikonfirmasi media ini, Kapolsek Tenggarong, AKP Yasir menjelaskan, kejadian bermula ketika memasuki pukul 02.00 Wita, saat itu hendak masuk rumah, istri SO tidak bisa membuka pintu depan. Saat itu, istri korban merasa memegang tubuh seseorang. Karena kondisi rumah gelap gulita, istrinya malah lari karena dikira hantu.

“Awalnya dikira hantu, ternyata pagi tadi dicek, suaminya diketahui tergantung di ventilasi atas pintu depan,” ungkap Yasir, Rabu (18/5/2022).

Yolanda, teman SO dan istri SO mengatakan, sekitar pukul 02.00 Wita, dia bersama istri korban pulang mencari makan. SO memberi tahu jika akan ke Desa Spontan, Loa Ipuh. Saat Yolanda dan istri korban pulang, ternyata pintu sulit dibuka.

Dia mencoba merogoh untuk membuka pintu, namun malah memegang tubuh seseorang. Yolanda dan istrinya tak jadi masuk rumah. 

“Pas pagi dicek, mau buka pintu gak bisa. Dipaksa buka, pas buka gorden ada kepala,” kata Yolanda.

Update di platfrom Media Sosial Instagram @timeskaltim.

Sehari sebelumnya kata Yolanda, ada pertengkaran antara korban dan istri yang menikah secara siri. Namun Yolanda tidak mengetahui secara pasti, apa penyebab mereka bertengkar.

Kini, korban sudah dievakuasi ke RSUD AM Parikesit Tenggarong. Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dilakukan visum, untuk memeriksa adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. 

“Kepastiannya masih menunggu visum,”  tandasnya. (Wan)