Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Polemik Kemacetan di Pasar Pagi, Joha Minta Pemkot Kembali Evaluasi Terkait Parkir

326
×

Polemik Kemacetan di Pasar Pagi, Joha Minta Pemkot Kembali Evaluasi Terkait Parkir

Sebarkan artikel ini

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Dok/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pasar Pagi Samarinda selalu jadi kepadatan kendaraan pada jam-jam sibuk. Banyak Faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Ketua Komisi I DPRD Samarinda melihat bahu jalan yang dijadikan tempat parkir menjadi salah satunya.

Kembali penggunaan bahu jalan sebagai wadah parkir menjadi masalah di beberapa tempat. Khususnya di Pasar Pagi Samarinda. Dengan banyaknya kendaraan masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tersebut. Lokasi parkir di area pasar pagi menjadi semping sehingga membuat kepadatan di jalanan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda telah mengatur dengan baik hal tersebut. Akan tetapi masih saja tetap terjadi kemacetan di daerah itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal. Memberi masukan kepada Pemkot agar melakukan pembenahan di area tersebut.

“Sekiranya harus benar-benar diatur. Jangan parkir di badan jalan karena akibatnya macet,” ucap Joha, pada Jum’at (28/7/2023)

Kawasan di Pasar Pagi bagian belakang tidak dilakukan parkir, seperti hal yang yang diberlakukan di bagian depan Pasar Pagi (dekat laut).

Namun, belakangan ini kembali lagi penerapan parkir diarea yang kemarin tidak dibolehkan parkir tersebut.

“Dulu di situ sudah bagus. Tetapi saya lihat baru-baru ini sudah mulai lagi ada yang parkir. Saya mohon ada penertiban lagi dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda,” jelasnya.

Disamping itu, Joha juga mengapresiasi kebijakan Pemkot dalam menangani juru parkir (Jukir) liar. Dengan menerapkan sistem nontunai pada jukir binaan.

Ini terlihat dibeberapa tempat parkir di area pasar pagi. Yang telah menggunakan jukir binaan dengan sistem nontunai.

“Langkah yang dilakukan pemkot sudah banyak mengalami perubahan seperti atribut di sebagian toko di pasar pagi khususnya di penjual toko emas itu. Bayar parkirnya sudah ada menggunakan pembayaran dengan nontunai,” pungkasnya. (Adv/Nik/Wan)