Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Pokja TP PKK Se-Kukar Resmi Ditutup, 20 Kecamatan Paparkan Hasil Kerja Pokja 

318
×

Pokja TP PKK Se-Kukar Resmi Ditutup, 20 Kecamatan Paparkan Hasil Kerja Pokja 

Sebarkan artikel ini

Foto bersama Keluarga TP PKK se-Kukar.(Ist)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemaparan masing-masing Kelompok Kerja (Pokja), pada penutupan Rapat Konsultasi (Rakon) oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sukses digelar. Dihelat di Hotel Harris Samarinda, pada Jumat (06/09/2023) kemarin.

Adapun Penutupan Rakon TP PKK tahun 2023 diikuti oleh para pengurus TP PKK dari 20 kecamatan se-Kukar, berlangsung dari 3-5 september yang digelar selama 3 hari.

Penutupan Rakon diawali dengan melaporkan hasil perwakilan masing-masing Pokja. Diantaranya:

1. Pokja satu, membahas peningkatan kinerja dan keberhasilan  adalah untuk meningkatkan kinerja dan program kerja TP PKK. Dengan hasil tim Penggerak PKK Propinsi Kaltim diharapkan menjadi pemateri dalam sosialisasi dan penyuluhan dampak negatif dari pernikahan dini atau usia remaja. Serta mengadakan penyuluhan kesadaran hukum tertib lalu lintas, mengadakan sosialisasi Kadarkum dan tertib administrasi kependudukan.

2. Pokja dua, membahas usulan pilot projek pelangi bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan ekonomi. Laporan penyuluhan gemar membaca pada Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan  Keluarga (HKG) ke-51Tahun 2023 tingkat Kabupaten, mengadakan lomba pemeran UP2K PKK, pembinaan dilakukan di 2 lokasi yaitu kecamatan Samboja Barat dan Kota Bangun Darat.

3. Pokja tiga, membahas tentang kehidupan yang sehat dengan mengkomsumsi makanan bergizi, seimbang dan aman serta gemar makan ikan bagi keluarga.Permasalahan yang dihadapi kurangnya sosialisasi dan keterbatasan dana.

4. Pokja empat, membahas tentang sosialisasi hal-hal yang menyangkut pencegahan penyakit menular dan tidak menular karena kasus tersebut semakin hari meningkat, mensosialisasikan penyakit kanker payudara dan kanker mulut rahim.

Ketua TP PKK Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, menjelaskan PKK adalah organisasi yang strategis. Namun demikian, tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi antar sektoral. Sehingga, program dapat berjakan efektif dan tepat sasaran.

“Para Ketua TP PKK Kabupaten juga harus turun langsung, karena dengan hadirnya kelapangan akan berbeda apa yang kita lihat dan kita dengar,” pungkasnya. (Rob/Wan)