Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Pengrajin Ulap Tumpar Dayak Benuaq Ucap Rasa Syukur Terima Bantuan dari Bupati Kukar

161
×

Pengrajin Ulap Tumpar Dayak Benuaq Ucap Rasa Syukur Terima Bantuan dari Bupati Kukar

Sebarkan artikel ini
Olita Kristia salah satu pengrajin Ulap Tumpar, kerajian Khas Dayak Benuaq. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap pengrajin lokal mendapat sambutan positif dari pelaku usaha kerajinan daerah. Salah satunya datang dari Olita Kristia, pengrajin Ulap Tumpar khas Suku Dayak Benuaq yang turut menerima bantuan berupa mesin jahit dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Bantuan itu diberikan dalam kegiatan pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kukar periode 2025–2030 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Rabu (22/10/2025).

Perempuan itu mengaku sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan para pengrajin tradisional.

“Jadi memang selama ini terkendala karena kurangnya peralatan. Maka dari itu kami sangat berterima kasih sekali karena ada bantuan ini,” ungkap Olita sambil tersenyum tipis.

Dia juga mengaku, baru saja menekuni bidang ini belum lama, karena ingin meneruskan jejak tradisi dari orang tuanya yang lebih dahulu menjadi seorang pengrajin Ulap Tumpar.

Lanjutnya, Olita pun berharap, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terhadap terhadap pengrajin terus berlanjut, terutama dalam pemberdayaan dan pemasaran produk lokal.

“Selama ini perhatian memang masih kurang. Misalnya, harga kerajinan tidak sebanding dengan waktu pengerjaannya. Karena minat masyarakat juga kurang, akhirnya banyak yang menjadikannya pekerjaan sampingan. Harapannya, pengrajin seperti kami bisa lebih diberdayakan lagi,” jelasnya.

Terakhir, Olita menambahkan, dengan kepengurusan baru Dekranasda Kukar semoga dapat membantu membuka lebih banyak peluang bagi pengrajin lokal untuk tampil dalam pameran dan pasar industri kreatif.

Untuk diketahui, Ulap Tumpar merupakan kerajinan bordir tradisional yang biasanya diaplikasikan pada kain tenun Ulap Doyo. Motifnya sarat makna dan menggambarkan kekayaan budaya Dayak Benuaq, dibuat secara manual dengan teknik jahit benang berwarna-warni yang membutuhkan ketelatenan tinggi. (Rob/Bey)