Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDiskominfo Provinsi Kaltim

Pemprov Kaltim Pastikan Stok Minyak Goreng Aman 54 Hari Kedepan

232
×

Pemprov Kaltim Pastikan Stok Minyak Goreng Aman 54 Hari Kedepan

Sebarkan artikel ini

Pemprov Kaltim menjalin Minyak Goreng dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, memastikan stok minyak goreng aman hingga 54 hari ke depan. Hal ini berdasarkan pasokan minyak goreng yang masuk pada 14 sampai 25 Februari 2022 lalu.

“Total realisasi diterima Kaltim 1.674.681 liter atau setara 1.507,21 ton dengan jumlah penduduk 3.793.144 jiwa dan kebutuhan per bulan 455,18 ton,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim, Yadi Robyan Noor, Kamis (3/3/2022). 

Roby mengatakan rata-rata pasokan kuota minyak goreng masuk ke Kaltim dari tanggal 14  hingga 25 Februari 2022 sebesar 118.762 liter atau setara 106,8 ton per hari.

“Kebutuhan minyak goreng Kaltim sebesar 15,06 ton per hari sehingga pasokan minyak goreng yang ada seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dia menjelaskan pendistribusian minyak goreng di Kaltim hanya dilakukan di tujuh kabupaten/kota. Berau dengan kuota masuk 91.228 liter, Kutai Timur/Sangata 2.208 liter, Bontang 2.844 liter, Kutai Kartanegara 52.071 liter, Samarinda 1.099.362 liter, Balikpapan 421.823 liter dan Penajam 760 liter per 24 Februari 2022.

Sementara jumlah stok minyak goreng untuk swalayan sebanyak 51.600 Liter yang terbagi di 543 toko. Lalu jumlah stok minyak goreng untuk pedagang pasar sebanyak 427.172 liter untuk 157 pedagang. Sedangkan distributor sebanyak 1.195.910 liter untuk 39 distributor.

“Stok minyak goreng di distributor sudah berangsur bertambah sehingga ketersediaan minyak goreng di toko swalayan dan pedagang mulai meningkat walaupun pada minggu lalu sempat terjadi kekosongan minyak goreng,” terangnya.

Upaya stabilisasi harga minyak goreng juga telah dilakukan dengan melakukan operasi pasar yang bekerja sama dengan produsen minyak goreng PT. Kutai Refinery Nusantara sebanyak 80.000 liter.

“Balikpapan 20.000 liter untuk enam kecamatan, Samarinda 40.000 liter untuk 59 kelurahan dan Kutai Kartanegara 20.000 liter untuk sembilan desa,” terangnya.(Adv/Wan)