Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Pemerintah Kecamatan Anggana Bentuk Satgas Penanganan Stunting untuk Atasi Masalah Gizi

310
×

Pemerintah Kecamatan Anggana Bentuk Satgas Penanganan Stunting untuk Atasi Masalah Gizi

Sebarkan artikel ini
Camat Anggana, Rendra Abadi. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), telah membentuk tim satgas penanganan stunting sebagai bagian dari upaya strategis untuk mengatasi masalah stunting diwilayahnya. Langkah ini diambil, sebagai upaya penanganan dan pencegahan stunting, yang merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

Stunting, yang ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek dibandingkan standar usianya, masih menjadi masalah serius. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu hamil atau anak pada masa pertumbuhannya. Namun, penting untuk diketahui bahwa tinggi badan di bawah rata-rata tidak selalu menunjukkan kekurangan gizi, karena faktor genetik juga berperan.

Camat Anggana, Rendra Abadi menjelaskan, bahwa peran satgas penanganan stunting sangat signifikan dalam menurunkan angka stunting.

“Satgas ini terdiri dari internal Kecamatan Anggana, pemerintah desa di Anggana, tim kesehatan hingga masyarakat,” ujar Rendra pada, Rabu (26/06/2024).

Ia juga menambahkan, bahwa pembentukan satgas ini telah memberikan dampak positif terhadap penurunan stunting di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun informasi yang diterima menunjukkan angka stunting mengalami penurunan,” tambah Rendra.

Satgas penanganan stunting memiliki berbagai peran penting, mulai dari sosialisasi, peninjauan lapangan, pendataan, penanganan hingga pencegahan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan agar masyarakat Anggana tidak ada yang terkonfirmasi stunting.

“Kita melakukan sosialisasi kepada ibu hamil atau orang tua, untuk memperhatikan pola makan,” katanya

Selain itu, pemerintah Kecamatan Anggana juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa atau kelurahan, dalam menangani masalah stunting dengan serius. Koordinasi intensif dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung penekanan angka stunting.

“Kami berharap, semua pihak bisa bersinergi dengan baik dalam menekan permasalahan stunting,” harapnya

Rendra optimis, bahwa pada tahun 2024 kasus stunting di Anggana dapat tertangani dengan baik, bahkan tidak ada lagi anak yang terkonfirmasi stunting.

“Generasi muda yang sehat sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah, apalagi menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN),” paparnya

Terakhir, ia menekankan kembali, dengan adanya satgas penanganan stunting ini, diharapkan kesejahteraan gizi anak-anak di Anggana dapat terjaga dan masa depan mereka lebih cerah, mendukung pembangunan daerah yang lebih kuat dan sehat. (Rob/Wan)