Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Abdul Khairin. (Hafif Nikolas/ Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Program tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ialah Pelatihan Kader Ulama (PKU). Dengan menyeleksi sebagian anak muda untuk diberikan beasiswa melanjutkan pendidikan di Kota Seribu Wali –sebutan Tarim, Hadramaut, Yaman-.
Program yang dimulai sejak kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Syaharie Ja’ang hingga dilanjutkan Andi Harun. Telah berhasil menghasilkan calon ulama bagi Kota Tepian ini.
Manfaar yang dirasakan. Yakni diantaranya banyaknya terciptanya para cendikia agama dalam kelompok masyarakat. Tak terkecuali, madrasah, pondok pesantren hingga majelis ilmu.
Sampai-sampai mendapat apresiasi langsung dari Anggota Komisi I DPRD Samarinda Abdul Khairin. Ia memberikan dukungannya, dalam penyelenggaraan program tersebut. Sudah puluhan pemuda yang dikirim ke Yaman yang telah terfasilitasi oleh Pemkot Samarinda.
“Saya apresiasi akan program pemerintah itu. Karena memang menjadi wasilah untuk adek-adek kami menimba ilmu di Kota Seribu Wali,” ucap Khairin ditemui Timeskaltim.com, pada Selasa (5/9/2023) siang.
Saat ini, satu diantara kiblat ilmu pendidikan agama Islam ada di Yaman, Hadramaut. Tidak sedikit para santri yang ada di Kota Samarinda ingin melanjutkan belajar dan mengambil berkah di wilayah tersebut.
Legislator Samarinda sekaligus Pengurus Rabithah Alawiyah tersebut sangat menyayangkan program ini hanya berlaku dalam satu tahun.
Ia melanjutkan jika sebaiknya Pemkot Samarinda dapat menambah jangka waktu beasiswa yang diberikan. Dengan memfasilitasi para kader ulama Kota Samarinda menuntut ilmu selama 3 tahun atau lebih.
“Tapi yang membuat kami sedih itu. Anggarannya masih cukup untuk satu tahun. Jika kemudian bisa dilebihkan 3 sampai 5 tahun itu jauh lebih baik,” lanjutnya.
Karena jangka waktu satu tahun yang diberikan pemkot. Dirasa sangat tanggung untuk memperdalami keilmuan di Negari Yaman tersebut.
“Kalau saya pribadi, jika dimungkinkan untuk membantu pakai anggaran yang bisa dialokasikan. Dari anggaran yang saya miliki sebetulnya saya siap saja,” ungkap politisi PKS tersebut.
Harapannya dengan waktu yang cukup para santri yang dikirim tersebut akan benar-benar memiliki ilmu pengetahuan keislaman yang lebih mempuni.
Dari pantauan Abdul Khairin di masyarakat beberapa alumni dari program ini merasakan sangat bahagia telah mendapatkan beasiswa kader ulama dari Kota Samarinda. Namun, tidak sedikit yang menyangkan waktu yang singkat diberikan oleh pemerintah untuk menuntut ilmu.
“Bukan tidak bersyukur. Tapi intensitas ilmu yang seharusnya mereka dapatkan lebih dalam itu menjadi sangat terbatas. Dan bagi penuntut ilmu satu tahun itu cuman dapat kulit-kulitnya saja,” pungkasnya. (Nik/Wan)












