Keluarga besar PMII se-Samarinda menggelar malam puncak Harlah ke-63 tahun di aula lantai 3 Gedung PWNU Kaltim.(Dok)
Timeskaltim.com, Samarinda – Sebanyak 230 cabang yang tersebar di 38 provinsi dengan jutaan kader di dalamnya. Merayakan malam puncak Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-63 tahun.
Tak ingin ketinggalan momen akbar tersebut, Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Samarinda pun tak mau kalah dengan turut mewarnai semarak acara nasional ini, dengan menyeru tema “Penggerak Bangsa Memimpin Nusantara”.
Dihelat di aula lantai 3 Gedung PWNU Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini, merupakan rangkaian acara sejak tanggal 8-16 April 2023 lalu. Diantaranya, Santunan Anak Yatim ke Panti Khoirul Amal & Panti Asuhan Ibnu Muzhaffar, disertai Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama sebanyak 42 orang.
Kemudian dilanjutkan dengan terawih bersama dan acara puncak yakni pemotongan tumpeng. Disusul pula dengan giat Refleksi Pergerakan bersama puluhan komisariat se-Samarinda.
Tentunya dihadiri Ketua Cabang PMII Samarinda, Ahmad Naelul Abrori mendampingi Sekretaris PKC PMII Kaltimra, Ismail.
PMII Dan Perwujudan Ibukota Nusantara

Kemudian, hadir pula Perwakilan dari Ikatan Alumni (IKA) PMII Kaltim. Diantaranya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin bersama Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub. Hadir pula, Ketua Muslimat Kota Samarinda, Ida Faridah bersama Ketua TWAP Kota Samarinda, Syaparuddin J.
Ahmad Naelul Abrori menjelaskan, Refleksi kegiatan tersebut ditujukan untuk mengambil ibrah di momentum Harlah PMII ke 63 Tahun.
“Melalui tema acara tersebut, kader PMII dapat terejawentahkan dengan kondisi lokalitas. Khususnya, Kota Samarinda yang saat ini tersorot secara Nasional dan Internasional melalui hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim,” imbuh Abror.
Sorot Tajam IKA PMII Kaltim

Sementara itu, Syafruddin mengatakan, PMII Kaltim khususnya Kota Samarinda sangat kompleks, selain mengenai Tambang Ilegal yang masih juga perlu penindakan hukum tegas. Perlu juga mengetahui akar dari permasalahan itu.
“Kader PMII perlu mengkaji akar permasalahannya yakni pada regulasi UU No 3 Tahun 2020 tentang Minerba dan Perppu No 2 tahun 2022 tentang Ciptakerja, inilah yang harus masif dikawal oleh sahabat-sahabati PMII khususnya Kota Samarinda,” pesan Udin.
Kemudian, Rusman Yaqub dalam kesempatannya menyampaikan, perhatian PMII di Kaltim harus mengarah pada orientasi pengabdian kemahasiswaan juga yaitu pada sektor pendidikan.
“Kita ketahui bahwa pendidikan adalah akar dari kemajuan dan perkembangan sumber daya manusia, maka itu untuk menuju kesana diperlukan peningkatan kapasitas dengan alokasi anggaran yang adil,” jelasnya.
Rencana Pembangunan Gedung Graha PMII

Senada dengan pernyataan tersebut, Ida Farida menjelaskan, bahwa anggota dan kader perempuan dalam PMII jangan hanya membatasi diri pada ruang-ruang perempuan dalam bergerak.
“Lakukan langkah-langkah besar dan produktif serta terarah bagi organisasi. Sehingga perempuan memiliki peran-peran strategis untuk kemajuan organisasi,” tegasnya.
“Apalagi dengan kemajuan teknologi hari ini, anggota dan kader jangan gagap memanfaatkan teknologi untuk syiar keislaman serta melakukan kampanye rekruitmen kaderisasi,” tambahnya.
Sekedar informasi, dalam agenda refleksi pergerakan itu, forum sepakat untuk mengawal realisasi pembangunan Graha IKA PMII Kaltim pada tahun 2023.(Wan)












