Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammed Novan Syahronny Pasie. (Ist.)
Timeskaltim.com, Samarinda – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Mohammed Novan Syahronny, menanggapi permasalahan sampah yang masih menjadi perhatian serius di Kota Tepian.
Ia menyampaikan bahwa lebih dari 50% sampah di kota merupakan sisa makanan. Hingga saat ini, hampir tidak ada kemitraan antara pemerintah kota dengan para pemulung dalam upaya mengelola sampah.
“Sampah menjadi masalah utama di Samarinda. Sayangnya, belum ada kerjasama yang signifikan antara Pemkot dan pemulung dalam menangani sampah,” ujarnya, Selasa (26/3/2024).
Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti minimnya dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk mendaur ulang sampah.
Novan juga mempertanyakan apakah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Sambutan sudah memenuhi standar sanitary landfill dan dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Kita perlu memastikan TPA Sambutan sudah memenuhi standar dan memiliki IPAL yang memadai,” tegas Novan.
Novan juga mendorong Pemkot untuk membuat blueprint atau rencana komprehensif untuk penanganan sampah selama 20 tahun ke depan.
Menurutnya, rencana kerja pemerintah saat ini masih harus diperjelas, terutama terkait target yang ingin dicapai.
“Pemkot harus punya blueprint atau rencana jangka panjang untuk menangani sampah. Rencana kerja saat ini masih kurang detail dan perlu diperjelas targetnya,” pungkasnya. (Bey)












