Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Nilai Penanganan ODGJ Terkendala Anggaran 

283
×

Nilai Penanganan ODGJ Terkendala Anggaran 

Sebarkan artikel ini

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Dok/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menjelaskan beberapa kendala yang terjadi dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Samarinda.

Puji mengatakan, satu diantara masalahnya adalah adanya rasa malu dari pihak keluarga atas kondisi angggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Seperti ada anak yang memang perlu sentuhan medis tapi disimpan didalam kamar, ya mungkin karena malu atau apa, sehingga anak yang seharusnya mendapatkan bantuan medis tetapi malah disembunyikan didalam kamar,” ucapnya.

Kemudian, ia juga mengungkapkan banyak ODGJ yang tidak memiliki identitas dan tidak diketahui keberadaan keluarganya.

“Setelah selesai masa pengobatan di Rumah Sakit Jiwa, para eks pasien ODGJ tidak memiliki tempat. Sedangkan bagi mereka (eks ODGJ-red) yang memiliki identitas yang jelas akan dikembalikan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Kemudian, Politis Demokrat ini menjelaskan untuk mengembalikan pasien ODGJ yng sembuh dari luar Kota Samarinda juga memerlukan anggaran.

“Masalahnya banyak yang dari luar kota dan juga luar provinsi, setelah sembuh kan harus dipulangkan, anggarannya kita urunan karena tidak ada anggaran untuk itu, itu kan wewenang provinsi, tapi kita tanya ke provinsi juga sama tidak anggaran katanya,” jelasnya.

Legislator Basuki Rahmat ini berharap penanganan eks pasien ODGJ dibutuhkan kepekaan sosial dari berbagai elemen masyarakat, agar bisa memberikan perhatian khusus dan membantu para pasien ODGJ yang sudah sembuh.

“Ya ketika pemerintah tidak bisa menangani, maka kepekaan sosial masyarakat yang kita butuhkan, agar mereka bisa berkatifitas seperti manusia normal pada umumnya,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)