Anggota Komisi II DPRD Samarinda, laila Fatihah. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot), segera mengentaskan persoalan banjir di Kota Tepian.
Hal tersebut dikeluhkan Politisi PPP ini, lantaran Pemkot Samarinda dinilai, lebih menggaungkan pembangunan mega proyek, yang begitu menguras Anggaran Pendapatan Daerah (APBD). Ketimbang fokus terhadap permasalahan banjir, yang kian berlarut-larut.
“Saya melihat Pemkot Samarinda ini kebanyakan rencana dan terkesan ambisi dengan proyek yang besar, yang sebenarnya lebih penting mengurusi banjir yang sampai saat ini masih belum tuntas,” ucapnya kepada media Timeskaltim.com, Rabu (01/2/2023) siang.
Laila menyebut, dampak permasalahan banjir disebabkan adanya curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga, titik genangan air memenuhi daerah rendah. Kasus tersebut seperti yang terjadi di Jalan Pramuka, Jalan Basuki Rahmat, jalan Kadrie Oening dan lainnya.
Hal ini semakin menambah keyakinan wanita yang menjabat sebagai Anggota Komisi II DPRD Samarinda itu. Bahwasannya, Pemkot Samarinda dinilai belum menyelesaikan polemik banjir di Kota Tepian.
Dia menambahkan, penyebab naiknya volume air juga dipicu adanya kondisi pasang – surutnya sungai mahakam. Meski demikian, stakeholder terkait, mengupayakan adanya pembangunan sarana jalur arus masuk sungai mahakam. Menuju anak sungai di wilayah Kota Samarinda.
“Percuma Sungai Karang Mumus dikeruk, kalau ternyata banjir bawaan dari meluapnya sungai dari hilir masih tak bisa dibendung. Terus, di mana peran Pemkot berkomunikasi ke lintas instansi dalam memfungsikan pintu air dari Sungai Mahakam,” singgung Laila.
Laila mengingatkan, agar Wali Kota Samarinda mesti memprioritaskan hal-hal yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat. Diantaranya, pembangunan infrastruktur pendidikan, penuntasan banjir dan juga optimalisasi kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) agar pendapatan asli daerah (PAD) lebih maksimal.
“Kami sebagai legislator senantiasa mengawasi kinerja Pemkot Samarinda, dalam hal ini mereka juga mesti direm, jangan terlalu laju,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












