Krisis Kebutuhan Air Bersih di Desa Batuah

Oleh: Nurul Kamalliah.(Dok/Pribadi)

Air merupakan salah satu unsur alam yang menjadi pokok utama kebutuhan setiap makhluk hidup di bumi khusususnya manusia. 

Menurut Kodoati dan Sjarief, air merupakan sumber daya alam yang paling unik jika dibandingkan dengan sumber daya lain karena sifatnya yang dinamis dan terbarukan. 

Manusia pada dasarnya menggunakan air untuk kegiatan sehari-hari yakni minum, mandi, memasak, maupun mencuci dan domistik lainnya. Namun, selain itu air juga digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan produksi, kebutuhan industri dan kebutuhan lainnya. Menurut siklus hidrologi jumlah air secara terus menerus adalah tetap. 

Namun, perkembangan manusia yang selalu meningkat tentu kedepannya akan menimbulkan suatu ketidakseimbangan antara jumlah air dan peningkatan penduduk yang meningkat. Hal ini tentu akan menimbulkan suatu permasalahan di kemudian hari yakni krisis air.

Batuah merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Desa ini sebagai jalan poros Balikpapan-Samarinda. 

Memiliki jumlah penduduk 8.853 jiwa dengan mayoritas penduduk memiliki mata pencaharian yang bermacam-macam seperti sebagai petani lada, pedagang, peternak, tanaman hias dan wiraswasta. Namun, di balik mata pencahariannya yang terlihat memadai ternyata Desa Batuah memiliki kendala yakni  sulitnya mendapatkan air bersih. 

Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Nomor 17 tahun 2009 pasal 1, daya dukung lingkungan kehidupan yakni kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Sehingga, berdasarkan peraturan tersebut Desa Batuah belum sejahtera karena tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih sebagai daya dukung lingkungan.

Air bersih memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup oleh kalangan penduduk. Seperti yang dialami oleh penduduk Desa Batuah. Seiring berjalannya waktu tentu pertumbuhan pendudukpun akan semakin banyak. Sehingga pertambahan air bersih harus diperhitungkan menyesuaikan ketersediaan air dari sumber sumur yang ada. 

Desa Batuah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari memanfaatkan sumur lokal. Salah satu Mahasiswa KKN di Desa Batuah mengatakan, untuk mendapatkan air bersih masyarakat cenderung membelinya. Air yang di peroleh dari sumur memiliki warna yang keruh, terkadang menimbulkan gatal di kulit dan tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, sudah menjadi kebiasaan masyarakat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan. Pentingnya air bersih dapat dilihat dari manfaatnya yaitu terhindar dari berbagai penyakit seperti diare, tipes, cacingan, penyakit kulit hingga keracunan. 

Pentingnya air bersih dalam kehidupan hendaknya lebih di perhatikan lebih utama dari yang lainnya karena menyangkut dengan kesehatan masyarakat. Adanya air yang layak pakai tentu membuat masyarakat dapat memaksimalkan segala aktivitas tanpa harus khawatir akan kesehatan. 

Selain itu dengan adanya usaha penyediaan air bersih bagi Desa Batuah secara tidak langsung akan membantu menyukseskan kesejahteraan masyarakat Desa Batuah. 

Melihat dari kondisi air PDAM yang jauh, usaha mendapatkan air bersih bisa menggunakan  proses Aerasi, Pengendapan dan filtrasi yakni proses memaksimalkan udara ke dalam air hingga penyaringan air. Hal ini menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan air bersih. 

Oleh karena itu, hendaknya Desa Batuah menjadi pusat perhatian karena letaknya yang jauh dari PDAM sehingga sukar memperoleh air bersih. 

Kesadaran masyarakat terkait pentingnya air bersih sangat dibutuhkan karena dengan adanya kebutuhan air bersih yang terpenuhi membuat masyarakat memiliki peningkatan dari segi kesehatan. Pentingnya, kita ketahui bahwa kurangnya air bersih yang dialami di Desa Batuah merupakan masalah kesejateraan sosial.(*/wan)

*Penulis : Nurul Kamallia (Mahasiswi BKI FUAD UINSI Samarinda)
Penyunting: Topan Setiawan