Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Kopi Luwak Jadi Komoditi Unggulan Desa Perangat Baru

295
×

Kopi Luwak Jadi Komoditi Unggulan Desa Perangat Baru

Sebarkan artikel ini

Para Petani Kopi Luwak di desa Perangat Baru. (ist)

Timeskaltim.com, Tenggarong – Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, memiliki potensi baru yang kini mulai dikembangkan. Yakni sedang mengembangkan potensi dari sektor perkebunan kopi. Terutama kopi luwak yang menjadi komoditi unggulannya.

Dijelaskan Kepala Desa (Kades) Perangat Baru, Fitriati, potensi kopi luwak memang sangatlah besar. Dimana dalam 1 kilogram (kg), bisa menyentuh harga mencapai Rp 4,5 juta. Melihat potensi besar inilah, menjadikannya sebagai program khusus andalan Pemerintah Desa (Pemdes) Perangat Baru untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.

“Untuk saat ini, jumlah petani kurang lebih kalau sama diluar kelompok ada 50-an yang sudah tanam kopi,” ujar Fitriati, Kamis (13/4/2023).

Meski potensi kopi luwak cukup menghasilkan cuan yang menjanjikan. Namun belum bisa berbicara banyak, karena yang baru tertanam di atas lahan 25 hektare (ha), baru 2 ha yang bisa dikatakan sudah produktif maksimal. Padahal pasar dalam maupun luar Kaltim sudah menyatakan minatnya dengan hasil panen kopi luwak Desa Perangat Baru.

Sebut saja salah satu hotel di Samarinda dan, pemilik Pantai Pandawa Bali di Desa Kutuh. Menyatakan siap mengambil biji kopi luwak yang ditanam di Desa Perangat Baru. “Siap ambil untuk hasil kopi luwaknya, tapi masih terbatas karena baru 2 ha yang maksimal untuk produksinya. Jadi pasarnya skala lokal saja sekarang,” lanjut Fitriati.

Memaksimalkan dan memastikan petani kopi luwak di Desa Perangat Baru mendapatkan pendapatan yang baik. Fitriati berencana akan memaksimalkan BUMdes untuk mengelolanya. Sehingga selain memberikan kepastian pendapatan untuk para petani, juga turut menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes). “Nanti setelah berjalan ini akan dikelola BUMDes yang akhirnya jadi PADes,” tutup Fitriati.